Yamaha

Satelit Cuaca Deteksi 538 Titik Panas di Indonesia

  Rabu, 23 Agustus 2017   Arditya Pramono
Ilustrasi.

JAKARTA,AYOPURWAKARTA.COM -- Satelit cuaca telah berhasil mengumpulkan 538 titik panas dalam 24 jam terakhir.  Sejumlah titik panas tersebut  diyakini sebagai yang terbanyak di Indonesia di tahun 2017 ini. Diketahui, layanan darurat terus bersiaga menjelang puncak musim kemarau tahunan, yang biasanya terjadi pada bulan September.

Menurut angka yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (22/8/2017) sebagian titik panas tersebut terdeteksi di Provinsi Kalimantan Barat (193 titik), Papua (143) sedangkan daerah yang paling dekat dengan Singapura, seperti Sumatera Selatan (8), Riau (3) dan Jambi (1). 

Meskipun jumlah titik panas yang terdeteksi terbilang tinggi, Indonesia sesungguhnya telah berhasil membatasi jumlah lahan yang terbakar dan mencegah terulangnya krisis 2015. Pada tahun itu pembakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan dan Sumatra menghasilkan kabut "lintas batas"  yang menyelimuti wilayah tersebut dan menyebabkan polusi udara selama berbulan-bulan.

Sementara itu, juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dibandingkan dengan 2015, ketika lebih dari 2,6 juta hektare lahan di seluruh negeri dilanda kebakaran hanya sekitar 20.000 ha yang terbakar tahun ini.

"Secara umum, ada kemajuan dalam menangani masalah kebakaran hutan dan lahan, "kata Sutopo seperti dilansir dari straitstimes. 

Sutopo mengatakan pihaknya bisa menurunkan jumlah lahan yang terbakar namun mengilangkan titik panas atau hot spot merupakan hal yang mustahil. 

"Tidak mungkin menghilangkan hot spot dari seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun, tapi ada penurunan jumlah lahan yang terbakar."

Sutopo mengingatkan bahwa karena musim kemarau akan berlangsung hingga Oktober, masih ada potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan.

"Meskipun beberapa daerah mengalami curah hujan di atas rata-rata selama musim kemarau ini, dengan banjir yang terjadi di Sulawesi, Kalimantan dan sebagian wilayah Sumatera, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi," tambahnya.

Menurutnya, enam provinsi yaitu Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan masih tetap dalam status darurat dimana petugas pemadam kebakaran dari pemerintah pusat telah siap dikerahkan ke sana. 

Selain petugas pemadam kebakaran,  pesawat terbang dari BNPB untuk pengeboman air atau operasi pembenihan awan,  anggota dari polisi serta militer Indonesia juga siap dikerahkan untuk mendukung pemadam kebakaran setempat.

Sutopo mengatakan bahwa sekarang ada lima kelompok tugas untuk membantu provinsi dan kabupaten kecil yang terkena dampak, atau berisiko terkena kebakaran.  Mereka termasuk kelompok terpisah yang mengawasi pemadam kebakaran di darat dan di udara, menegakkan undang-undang anti-pembakaran, mengelola layanan terkait kesehatan untuk penduduk yang terkena dampak, dan sebuah "satuan tugas sosialisasi" yang mendidik orang-orang agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakarnya. (Arditya Pramono) 

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar