Yamaha

Ini Komentar Dedi Mulyadi atas Ditangkapnya Tiga Pengelola Saracen

  Kamis, 24 Agustus 2017   Arditya Pramono
Bupati Puwakarta Dedi Mulyadi ketika ditemui wartawan usai sosialisasi pengawalan dana desa di Kantor Kejaksaan Negeri Purwakarta, Kamis (24/8). (AyoPurwakarta/Arditya Pramono)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Tiga orang pengelola akun media sosial Saracen telah berhasil diamankan Mabes Polri karena diduga terlibat dalam penyebaran isu SARA. Mirisnya, dengan menyebar isu SARA itu, mereka mendapatkan imbalan puluhan juta.

Mendengar kabar tersebut, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengapresiasi penangkapan kelompok penyebar sentimen SARA itu. 

"Saya apresiasi Mabes Polri yang sudah menangkap provokator bangsa," ungkap Dedi setelah memberikan sambutanya pada sosialisasi pengawalan dana desa oleh Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan (TP4D) di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta pada Kamis (25/8/2017).

Orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta ini menambahkan, semua orang yang menjadi provokator penyebar isu SARA dan virus perpecahan lewat media sosial adalah pengkhianat bangsa. "Mereka pengkhianat bangsa. Fitnah dan adu domba itu kebiasaan penjajah, kebiasaan dari mereka yang jauh dari nilai ketuhanan. Jadi, tangkap dan proses hukum sampai tuntas," ujarnya.

Menurutnya, media sosial akan lebih baik jika digunakan untuk hal positif. Bukan untuk memecah belah bangsa Indonesia yang beragam suku dan agama.

"Medsos kok digunakan fitnah SARA, pecah belah bangsa dari dalam. Semoga penangkapan ini jadi warning bagi masyarakat agar tidak melakukan hal serupa," ungkapnya.

AyoBaca : Sindikat Saraceng dan Dilema Media Sosial

AyoBaca : Dituding Sebar Kebencian, Situs Berita Saraceng Belum Diblokir

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar