Yamaha

Kekuatan TNI Versi Global Fire Power

  Kamis, 05 Oktober 2017   Arditya Pramono
Presiden Indonesia Joko Widodo di atas KRI Imam Bonjol. (Antara Foto/Setpres -Krisdhayanto via Reuters)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini telah menginjak usia 72 tahun. Sebuah organisasi bersenjata yang lahir dari rakyat Indonesia ini bisa dikatakan telah memiliki seabrek pengalaman dalam berperang khususnya dalam rangka mempertahankan NKRI dari awal fase kemerdekaan hingga hari ini.  TNI diberi mandat suci  untuk terus menjaga kedaulatan NKRI dibawah naungan ideologi Pancasila.

Tentu dalam pelaksanaan tugasnya,  baik dalam fungsi berperang maupun perdamaian TNI perlu didukung dengan dukungan sumber daya manusia yang handal dengan alutista berteknologi canggih. Mungkin sekarang timbul pertanyaan, seberapa kuat sih TNI kita? berapa jumlah personelnya? berapa alutista yang dimiliki? berikut Ayopurwakarta.com jabarkan kekuatan TNI menurut globalfirepower.

Secara umum Indonesia berada di peringkat  14 dari 133 negara berdasarkan penilaian seluruh aspek kekuatan yang dimiliki. Jika terjadi perang, Indonesia mampu menyerap 130 juta orang untuk membantu aktivitas perang  dimana 107 juta orang di antaranya mampu diterjunkan langsung di medan pertempuran. Tahun 2016 lalu, ada sekitar 4,5 juta Warga Negara Indonesia (WNI) yang layak masuk usia wajib militer. TNI memiliki 435 ribu pasukan aktif dengan 540 ribu pasukan cadangan.

Di udara, TNI-Angkatan Udara (AU) memiliki kekuatan 441 pesawat terdiri dari 39 pesawat tempur,  58 pesawat serbu, 170 pesawat angkut, 111 pesawat latihan, 147 helikopter, dan lima helikopter tempur.

Di darat, TNI-Angkatan Darat (AD) memiliki 418 tank tempur, 1089 kendaraan tempur lapis baja, kendaraan artileri gerak 37, artileri ditarik 80, peluncur roket 86.

Di laut, TNI-Angkatan Laut (AL) memiliki 221 aset tempur, tujuh  fregat, 24 korvet, empat kapal selam, 74 kapal patroli, dan mine werfare vessels sebanyak 12 kapal.

Dari segi pembiayaan, TNI disokong oleh uang negara sebesar US$ 6,9 milyar. (Arditya Pramono)

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar