Yamaha

Kerajinan Tanah Liat Purwakarta Tembus Pasar Ekspor

  Kamis, 19 Oktober 2017   Arditya Pramono
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Keramik Kec. Plered, Bambang Mega Wahyu sedang menunjukan salah satu kerajinan tanah liat asli Kec. Plered, Kab. Purwakarta

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM—Kondisi alam dan letak geografis Kecamatan Plered dan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta telah membuat kedua daerah tersebut diberkahi keberadaan tanah liat yang banyak sekaligus memiliki kualitas baik.

Dengan memanfaatkan tanah liat, masyarakat Plered dan Tegalwaru dapat mendapatkan keuntungan ekonomis dari pembuatan keramik, tembikar, genteng, dan pot bunga.

Sampai saat ini, masyarakat di kedua kecamatan wilayah selatan Kabupaten Purwakarta tersebut, telah berhasil memanfaatkan tanah liat untuk membuat kriya yang memiliki nilai ekonomis.

"Ya bagi kalangan masyarakat di luar Purwakarta, kualitas kerajinan tanah liat dari mulai keramik, pot, tembikar, genteng, dan lainya asal Plered dan Tegalwaru memang sudah sangat populer," jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Keramik Kecamatan Plered, Bambang Mega Wahyu pada Kamis (19/10/2017).

Menurut Wahyu, kerajinan tanah liat Plered dan Tegalwaru  dianggap memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dari daerah lain.

"Sudah lama kerajinan tanah liat Plered dan Tegalwaru emang dianggap memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dari daerah lain," ungkapnya.

Menariknya, kerajinan tanah liat dari Kabupaten Purwakarta tersebut,  tak hanya populer secara lokal tetapi telah mampu menembus pasar mancanegara.

“Kami bikin pot bunga tanah liat buat pesanan orang Korea. Sekarang lagi laris manis dipesan mereka," ungkap perajin tanah liat, Desa Cadas Mekar, Kecamatan Tegalwaru, Kab. Purwakarta, Supriyanto (36).

Menurut Supriyanto, untuk diekspor keluar negeri, produk kerajinan tangan tanah liat tersebut harus memenuhi syarat dan standar yang mereka minta.

"Contohnya kalau yang pot ini ada permintaan dari Koreanya buat bikin pola dan motif gambar sesuai pesanan mereka. Ya kita pasti berusaha keras membuat sesuai permintaan mereka," ungkap Supriyanto.

Bicara omzet, Supriyanto mengatakan dalam sebulan ia biasanya menerima  6.000-10.000 pesanan pembuatan pot bunga tanah liat dari Korea.

"Tapi a karena perajinya kurang jadi hanya bisa kirim 1.500 buah pot," katanya.

Sementara itu, untuk harganya sendiri, pot tersebut dijual dari harga  Rp20.000-Rp50.000.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar