Yamaha Mio S

Wisata Kuliner Plered yang Strategis

  Sabtu, 02 Februari 2019   Dede Nurhasanudin
Para pengunjung berdatangan ke Wiskul Kecamatan Plered untuk menikmati sate maranggi khas Purwakarta. (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PLERED, AYOPURWAKARTA.COM--Selain memiliki destinasi objek wisata, Kabupaten Purwakarta juga terkenal dengan kulinernya yang beragam.

Simping dan tape (peuyeum) menjadi oleh-oleh Kabupaten Purwakarta. Sate maranggi juga menjadi makanan favorit di Kabupaten terkecil kedua di Jabar ini.

Wisatawan yang berkunjung ke Purwakarta dipastikanĀ  mencicipi sate maranggi. Makanan yang satu ini hampir tersedia di sejumlah wilayah di Purwakarta, salah satunya yaitu di Wisata Kuliner atau Wiskul Kecamatan Plered.

Wiskul itu berlokasi di jantung kota depan Kantor Kecamatan Plered. Para pedagang sate maranggi mulai berjualan mulai pukul 0.700 WIb hingga malam hari.

Nuraeni (43), salah satu pedagang sate maranggi di Wiskul Kecamatan Plered mengaku dirinya berjualan sate maranggi sejak pertama kali Wiskul dibangun. Setiap harinya Wiskul yang tak jauh dari stasiun kereta api ini tak pernah sepi pengunjung.

"Warga Purwakarta juga, tapi paling banyak dari luar kota apalagi di hari libur jumlah pengunjung meningkat dari hari biasanya," ujar dia, Sabtu 2/2/2019).

Nani mematok harga sate maranggi Rp1.700 pertusuk, Rp15.000 untuk harga sop dan nasi Rp3000 perbungkus. Nani menyiapkan sate maranggi setiap harinya tidak kurang dari 1000 tusuk. Jumlah itu akan meningkat jika dihari libur.

"Setiap hari paling habis 500-700 tusuk, tapi kalau hari libur 1000-1. 500 tusuk," kata dia.

Diketahui, Wiskul dibangun pemkab Purwakarta sekitar 2013 lalu. Sebelumnya lahan tersebut merupakan pasar tradisonal Plered. Namun saat ini lahan tersebut selain dibangun Wiskul juga Kantor Kecamatan Plered, dan para pedagang direlokasikan ke Pasar Citeko.

Para pedagang sate maranggi yang saat ini menempati Wiskul sebelumnya berjualan di sejumlah titik di Jalan Raya Plered dan Anjun, mereka direlokasikan setelah sebelumnya didata terlebih dahulu.

"Setelah menempati Wiskul saya memiliki lokasi strategis untuk berjualan, omzet perharinya pun meningkat," ujar NaniĀ  (30) pedagang sate maranggi lainnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar