Yamaha Aerox

Program Kotaku Jadi Solusi Penataan Kawasan Kumuh di Purwakarta

  Jumat, 08 Februari 2019   Dede Nurhasanudin
Sekda Purwakarta, Iyus Permana (kemeja kuning), bersama jajarannya saat mengecek Kampung Benteng, Desa Nagri Kaler, Purwakarta, yang akan ditata melalui program Kotaku. (Dede Nurhasanudin/ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta telah menggulirkan rencana untuk melakukan penataan kawasan kumuh. Penataan akan dilakukan melalui program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR).

Pelaksana tugas (plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Iyus Permana, mengatakan melalui program Kotaku, pemkab akan melakukan penataan daerah-daerah kumuh. Wilayah yang pertama akan ditata adalah Kampung Benteng, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta Kota.

Ia menjelaskan, upaya yang akan dilakukan di kampung itu di antaranya menata kembali bangunan, mengecat rumah, membangun ruang terbuka hijau (RTH) yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Targetnya, kawasan kumuh itu akan menjadi daerah yang layak dikunjungi.

"Kampung Benteng itu akan kami lakukan penataan menjadi sebuah kawasan RTH yang nantinya bisa dikunjungi oleh masyarakat," kata Iyus, Jumat (8/2/2019).

Sedangkan untuk aksesnya, Iyus mengatakan akan melakukan pelebaran jalan masuk ke Kampung Benteng. Nantinya kendaraan khusus akan disiapkan untuk antar jemput warga yang ingin berkunjung ke kawasan tersebut.

"Akses jalan kurang besar kita perlebar, bisa jadi akses jalan tersedia,  kita siapkan kendaraan khusus, agar bisa menjangkau dan di antar ke sini," kata dia.

Menurut Iyus, melalui program Kotaku, Kampung Benteng ditargetkan untuk menjadi kawasan tujuan di akhir 2019. Selain itu, penataan kawasan bisa membangkitkan potensi masyarakat sekitar.

"Akhir tahun 2019 sudah bisa dibuka dan bisa dinikmati oleh masyarakat karena saya kira akan memberikan dampak positif ketika kawasan ini selesai ditata," ujarnya.

Koordinator Kotaku Purwakarta, Yoyo Taryono, mengatakan ada dua fokus utama dalam program Kotaku, yaitu skala lingkungan dan skala kawasan. Khusus untuk Kampung Benteng penataannya difokuskan pada skala kawasan, karena lokasinya tepat berada dalam tiga jangkauan kelurahaan.

"Kita fokuskan pada skala kawasan, dengan bentuk RTH yang di dalamnya bukan hanya sebatas RTH tetapi fasilitas yang sesuai kepentingan dan kebutuhan masyarakat di sana, termasuk di kawasan tersebut akan dibangun juga peningkatan kualitas jalan, drainase, septic tank. Kawasan tersebut ada dalam gabungan tiga wilayah kelurahaan yaitu, Purwamekar, Cipaisan, dan Nagri Kaler," papar Yoyo.

RTH yang dibangun, menurutnya, tidak hanya berbentuk taman. Akan ada sejumlah fasilitas yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. "Di antaranya ada perpustakaan, playground, taman bermain edukatif bagi anak, jalan tempat jogging, jalan pijat refleksi, fasilitas air yg bisa langsung diminum," ungkapnya.

"Ada sarana antisipasi kebakaran, harus ada juga sarana pengelolaan dan pengolahan sampah, dan lain lain yang sesuai dan hasil masukan dari semua pihak akan tersedia,karena kawasan ini harus memiliki dampak infrastruktur lingkungan, ekonomi, dan sosial, " tambah dia.

Untuk membangun kawasan seluas 15 hektar itu, pemkab juga akan meminta masukan dari masyarakat. Setelah itu, masyarakat perlu diberi edukasi mengenai cara pemeliharaan kawasan itu.

"Intinya kita ingin merubah wajah kawasan kumuh, menjadi tidak kumuh,” kata Yoyo.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar