Yamaha NMax

Pengacara Pabrik Air Minum: PT Pemuda Pembela Bangsa Tidak Berubah Nama

  Senin, 11 Maret 2019   Dede Nurhasanudin
Kuasa hukum perusahaan pabrik air minum PT Pemuda Pembela Bangsa, Naldy Haroen. (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA KOTA,AYOPURWAKARTA.COM--Pengacara perusahaan pabrik air minum, Naldy Haroen menegaskan, PT Pemuda Pembela Bangsa tidak berubah nama menjadi PT Vivari Jaya Abadi. Melainkan kedua perusahaan itu sebagai dua perusahaan berbeda namun berkaitan.

"PT Pemuda Pembela Bangsa merupakan produsen yang memproduksi air minum bermerk Vivari. Sedangkan PT Vivari Jaya Abadi adalah perusahaan distributor yang menyalurkan produk dari Purwakarta ke Bandung," kata kuasa hukum perusahaan, Naldy Haroen, saat ditemui usai mendatangi kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purwakarta bersama pihak pengelola, Senin, (11/3/2019).

Kedatangan pihak pengelolaan didampingi kuasa hukumnya itu sekaligus untuk mengklarifikasi perizinan pengambilan air mata air (Sipam) di pemerintah daerah setempat.

Ia mengatakan, soal ijin, pihak perusahaan telah mendapat izin dari pemerintah Kabupaten Purwakarta. Bahkan surat tersebut berlaku hingga 2020, meskipun saat ini perizinan terkait dialihkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Perusahaan tersebut telah mendapatkan Sipam dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta pada 29 Juni 2010. Surat bernomor 546.2/SIPAM.02997-BPMTP-STP/VI/2010 itu berlaku hingga 2020, meskipun saat ini perizinan terkait dialihkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tegas dia.

AYO BACA : Bareskrim Polri Sita Pabrik AMDK 'Vivari' di Purwakarta

Menurutnya, surat tersebut sekaligus menegaskan sumber air yang dipakai telah memenuhi syarat untuk diolah menjadi air minum dalam kemasan.

"Kalau yang dipermasalahkan itu sumber airnya termasuk zona kritis, tidak mungkin Pemda memberikan izin di sana. Tentu ada analisis dampak lingkungan dulu dan sebagainya," katanya.

Tak hanya mendatangi DPMPTSP Kabupaten Purwakarta, pihak perusahaan juga akan mempertanyakan soal penyegelan ke Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia. Mengingat Pabrik pengolahan AMDK yang berlokasi di Desa Neglasari Kecamatan Darangdan itu masih disegel pihak kepolisian hingga saat ini.

"Yang kami pertanyakan itu alasan penyegelan. Izinnya sudah lengkap, kenapa tidak konfirmasi dulu sebelumnya ke pemerintah daerah," kata Naldy.

Selain itu, pihak perusahaan juga mengaku tidak mendapatkan surat peringatan terlebih dahulu sebelum polisi melakukan penyegelan pabrik. Akibatnya, proses produksi air minum tersebut terhenti hingga sekarang.

AYO BACA : Pemdes Beberkan Perusahaan AMDK tak Berizin

"Bukan hanya pabriknya yang disegel tapi juga klinik yang di Bandung, saya berharap polisi segera membuka garis polisi di kawasan pabril dan kliniknya karena ia merasa telah memiliki semua izin terkait," kata pemilik perusahaan, Hanson Barki saat ditemui di lokasi yang sama. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian DPMPTSP Kabupaten Purwakarta, Heri Lukman mengakui perusahaan tersebut telah mengantongi Sipam. Namun, yang bersangkutan juga perlu melakukan daftar ulang setiap tahun ke dinas terkait.

"Yang tercatat di kami itu hanya sampai 2012," kata Heri di ruang kerjanya. 

Heri mengatakan, tidak menutup kemungkinan bila pihak perusahaan melakukan daftar ulang tahunannya ke Pemerintah Provinsi karena sejak 2014 kewenangannya beralih dari pemerintah daerah ke provinsi.

Karena itu, Heri mengaku akan berkomunikasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi khusus mengklarifikasi daftar ulang tahunan dari perusahaan tersebut.  "Meskipun sebenarnya, daftar ulang itu tidak memengaruhi perizinan yang berlaku hingga 2020,"  ujar Heri.

Sebelumnya, pemerintah daerah setempat telah mendatangi lokasi pengolahan air minum Vivari. Dari hasil pengamatan mereka, keberadaan pabrik dinilai tidak merugikan masyarakat di sekitarnya karena masyarakat tetap bisa mendapatkan air dari mata air yang sama seperti sebelum ada pabrik tersebut.

AYO BACA : 10 Negara Paling Sulit Dapatkan Air Minum Bersih

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar