Yamaha NMax

Ambulans di Purwakarta Belum Maksimum

  Kamis, 14 Maret 2019   Dede Nurhasanudin
Sebanyak 66 mobil ambulans tersebar di sejumlah desa, kelurahan, dan puskesmas di Kabupaten Purwakarta. Ambulans ini digunakan untuk mengantar pasien ke rumah sakit di wilayah Purwakarta. (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWARTA.COM—Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Rudi Hartono mengatakan, jumlah ambulans di Purwakarta masih kurang. Saat ini pemkab baru memiliki 66 ambulans yang tersebar di sejumlah desa dan puskesmas.

"45 unit ambulans desa, 20 unit ambulans puskesmas, sementara satu ambulans dikelola oleh pemadam kebakaran," kata Rudi, Kamis (14/3/2019), seperti dikutip dalam keterangan resmi yang diterima Ayopurwakarta.com.

Menurutnya, jumlah tersebut belum ideal untuk memaksimalkan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. Idealnya, satu desa memiliki satu ambulans dan satu puskesmas memiliki dua ambulans.

"Jadi, kalau melihat jumlah, armada tersebut masih jauh dari angka ideal," ujar Rudi.

Jumlah desa dan kelurahan di Purwakarta sebanyak 192. Jika merujuk pada data tersebut, jumlah ambulans yang ada belum sesuai dengan jumlah desa dan kelurahan di Purwakarta.

"Sampai sekarang baru 45 unit. Itu pun, dikelolanya oleh pihak desa," ucapnya.

Sementara itu, jumlah puskesmas yang ada di Purwakarta sebanyak 20 titik. Ambulansnya baru 20 unit. Padahal, idealnya ada dua unit di setiap puskesmas. Alasannya, menurut Rudi, bila satu ambulans digunakan, harus ada satu ambulans yang siaga di puskesmas.

"Jadi, bila ada permintaan jasa ambulans, warga tak kebingungan lagi mencari armada tersebut," ujar Rudi.

Selama ini, lanjut Rudi, pengaduan soal kesehatan baik yang langsung ke Diskominfo maupun ke pihaknya cukup tinggi. Salah satunya, soal kebutuhan jasa ambulans

Karena itu, pada 2019 ini pihaknya mengusulkan untuk penambahan ambulans. Adapun usulannya sebesar Rp2,1 miliar untuk membeli tujuh unit ambulans baru.

Ambulans yang diusulkan itu sudah termasuk fasilitas kesehatan, seperti, blankar, tabung oksigen dan lainnya. "Tapi, apakah usulan dari kita ini disetujui atau tidak, tergantung dari kemampuan anggaranya," ujar Rudi.

Terkait dengan banyaknya keluhan sulitnya mengakses layanan ambulans di desa, Rudi menjelaskan, hal itu kewenangannya ada di pemerintahan desa setempat. Sebab, ambulans tersebut sudah dihibahkan dari sekertariat daerah ke pemerintahan desa.

"Pemeliharaan sampai mengurus pajak ambulansnya, hal itu sudah jadi kewenangan pemerintah desa setempat. Jika, ambulans yang ada di puskesmas, hal itu baru menjadi kewenangan kita," kata dia.

Sementara itu, Kabid Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Purwakarta Hendra Fadly mengatakan, pihaknya mengusulkan supaya ada satu ambulans yang siaga di depan kantor Diskominfo. Alasannya, selama ini pengaduan masyarakat langsung tersentral ke Ogan Lopian yang dikelola oleh instansi tersebut.

"Kami sering kesulitan koordinasi untuk meminjam ambulans. Padahal, warga mengeluhnya ke kami. Jadi, kami usulkan minta satu ambulan yang siaga di Diskominfo," ujarnya.

Dari puluhan ambulans yang ada, lanjut Hendra, paling responsif yaitu ambulans dari Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur. Ketika sopir ambulans yang lain ponselnya tidak adktif, sopir ambulans Desa Kembangkuning selalu aktif 24 jam.

"Saat kami hubungi tengah malam juga, Abah Engkong Efa, sopir ambulansnya, selalu siap. Kami sangat terbantu dengan sopir seperti abah ini," jelas Hendra.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar