A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: recent

    Filename: metamorph/header-mainmenu.php

    Line Number: 241

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: metamorph/header-mainmenu.php

    Line Number: 241

  
Yamaha Mio S

Penyandang Tunanetra di Purwakarta Tidak Puas Mengikuti Pemilu, Ini Alasannya

  Rabu, 17 April 2019   Dede Nurhasanudin
Salah satu penyandang disabilitas tunanetra di Purwakarta saat memasukan surat suara ke dalam kotak suara dibantu oleh petugas KPPS. (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM—Tidak hanya masyarakat pada umumnya, penyandang disabilitas tunanetra di Kabupaten Purwakarta juga antusias menyalurkan hak pilihnya.

Salah satu penyandang disabilitas tunanetra di Kabupaten Purwakarta, Mulyana Wijaya (38), datang ke TPS 41 Gang Beringin, Kelurahan Nagrikaler, Kecamatan Purwakarta, untuk menyalurkan hak pilihnya. Namun, dia mengaku kurang puas dan merasa kurang percaya atas kerahasiaannya mengikuti pemilihan tahun ini. 

"Kurang tepercaya kerahasiaannya," kata dia, Rabu (17/4/2019).

Ketidakpuasan Mulyana bukan tanpa alasan. Dari lima surat suara yang ada, tiga di antaranya tanpa templat beraksara braille. Karenanya, dia terpaksa didampingi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara setempat.

Tiga surat suara tanpa templat braille adalah untuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat tingkat pusat, provinsi, dan daerah. Sementara ituu, surat suara Pemilihan Presiden dan Dewan Perwakilan Daerah tersedia.

"Mudah-mudahan saja masih terjaga kerahasiaannya dan tidak dicurangi," kata Mulyana.

Para penyandang disabilitas tunanetra menyarankan kepada KPU untuk meningkatkan sosialisasi teknis pemilihan. Hal ini karena tidak hanya pemilih yang kebingungan, para petugas yang mendampinginya juga terlihat kebingungan menangani pemilih berkebutuhan khusus tersebut.

Selain itu, pemilih tunanetra lainnya, Rita Nurhana (37), menyarankan kepada KPU untuk meningkatkan sosialisasi teknis pemilihan.

"Tidak hanya pada pemilih disabilitas tapi juga pada panitia penyelenggaranya sosialisasinya," kata Rita.

Meski begitu, Rita menilai penyelenggaraan Pemilu 2019 lebih baik dibandingkan Pemilihan Kepala Daerah serentak pada 2018. Menurutnya, templat braille sebelumnya tidak disediakan sama sekali seperti sekarang.

"Lebih baik meskipun tidak semua ada," ucap Rita.

Diketahui, Rita dan Mulyana merupakan anggota Persatuan Tunanetra Indonesia di Purwakarta. Secara keseluruhan, jumlah anggota Pertuni di daerahnya tercatat sebanyak ratusan orang dengan pengurus yang aktif sekitar 100 orang. Mereka pun tercatat sebagai pemilih Pemilu 2019.

Sementara itu, menurut data dari KPU, pemilih disabilitas tercatat sebanyak 1.096 orang. Mereka terbagi dalam lima kategori penyandang disabilitas yakni tunadaksa 269 orang, tunanetra 207 orang, tunarungu/wicara 194 orang, tunagrahita 136 orang, dan penyandang disabilitas lainnya 209 orang.

Selain hanya dua jenis surat suara, templat beraksara braille untuk pemilih disabilitas juga hanya disediakan untuk wilayah pusat Kabupaten Purwakarta.

"Tidak banyak yang bisa membaca aksara braillenya juga, apalagi di pelosok. Jadi, hanya disediakan di kota," kata Ketua KPU Purwakarta Ahmad Ikhsan Faturrahman.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar