Yamaha Aerox

Soal Dugaan Pelanggaran, Ini Kata KPU Purwakarta

  Kamis, 18 April 2019   Dede Nurhasanudin
Ilustrasi. (Attia Dwi Pinasti).

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purwakarta menemukan adanya dugaan pelanggaran di TPS 03 Desa Maracang, Kecamatan Babakancikao.

Di TPS tersebut, diduga memasukkan dua orang pemilih yang tidak masuk ke Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di tempat mereka tinggal. Tak hanya itu, mereka juga diduga memasukan ke DPK sehingga mendapat lima surat suara. Atas dugaan tersebut Bawaslu merekomendasikan untuk dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

Menanggapi persoalan tersebut, KPU setempat menyangkal terjadi pelanggaran di TPS tersebut. Menurut KPU hanya miskomunikasi dan dapat ditangani dengan baik.

"Miskomunikasi saja, tapi aman terkendali," kata Komisoner KPU, Dian Hadiana, Kamis (18/4/2019).

Diakui, jika ada beberapa permasalahan yang muncul pada proses pungut hitung suara pemilu 17 April 2019 kemarin. Di antaranya, kabar duka ketua KPPS  Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong meninggal dunia, sempat hilangnya surat suara Pilpres di TPS 084 di Kelurahan Ciseureuh Kecamatan Purwakarta Kota hingga persoalan di TPS 03 Desa Maracang Kecamatan Babakancikao.

Sejumlah persoalan yang muncul di luar dugaan itu, dapat ditangani dengan baik. Untuk itu, KPU memastikan jika pungut hitung pemilu di Purwakarta berjalan lancar dan terkendali.

"Permasalah muncul wajar, tapi kita tangani dengan baik sehingga proses pemungut hitung tetap berjalan lancar," ucapnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa KPU akan menggelar rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pada 22-5 Mei 2019 sesuai jadwal. "Tapi kita masih menunggu hasil dari PPK," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar