Yamaha Aerox

Lahan Pengembangan Jagung Di Purwakarta Cukup Besar

  Kamis, 20 Juni 2019   Dede Nurhasanudin
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, Agus Rachman Suherlan saat mengamati demo penggunaan mesin pipil jagung. (Dede Nurhasanudin/ayopurwakarta).

PURWAKARTA KOTA,AYOPURWAKARTA.COM--Potensi lahan di Kabupaten Purwakarta dinilai cukup subur untuk ditanami sejumlah tanaman yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Salah satunya yaitu tanaman jagung.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus R Suherlan menyebut potensi lahan untuk pengembangan jagung di Kabupaten Purwakarta cukup besar.

Selain di lahan masyarakat, para petani juga memungkinkan untuk bekerjasama dengan pihak Perhutani atau memanfaatkan lahan perkebunan yang kebetulan di Purwakarta tersedia dengan luasan yang memadai.

"Cukup luas dan potensial di Kabupaten Purwakarta," kata Agus.

Pernyataan Agus nampaknya bukan isapan jempol semata. Pada Rabu (19/6/2019) lalu, pihaknya menghadiri gerakan panen jagung seluas 100 hektare pada lokasi lahan PTPN VIII Kebun Cikumpay, Afdeling Gunung Andaga, Desa Cisarua Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Hal itu menunjukan jika lahan di Kabupaten Purwakarta cukup subur ditanami jagung.

"Di Kabupaten Purwakarta sendiri, realisasi penanaman jagung periode  Oktober 2018 sampai dengan Maret 2019 seluas 1.058 hektare. Sementara periode April - Mei 2019 seluas 50 hektare, sehingga total luas tertanam  1.108 hektare," ujar dia.

Selain itu, komoditas jagung termasuk komoditas pangan strategis selain padi dan kedelai. Pada skala nasional, Agus menyebut jagung merupakan komoditas ekspor, sedangkan untuk Jawa Barat produksinya masih diorientasikan untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Sementara dari hasil ubinan yang dilakukan pada panen akhir, diketahui produktivitasnya 10,55 ton per hektare  tongkol kering. Hasil tersebut relatif baik walau pun masih memungkinkan diupayakan adanya peningkatan hasil  yang maksimal sesuai dengan potensi varietas jagung bisi.

"Kemarin juga dilakukan demo pemanfaatan alat mesin pemipil jagung atau corn seler ada 10 unit. Di mana enam unit berada di kelompok, sementara sisanya berada di brigade. Alat mesin tersebut merupakan bantuan dari pusat untuk petani setempat," ucap Agus.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar