Yamaha Aerox

Bank Sampah Panulisan Purwakarta Ajak Warga Peduli Sampah

  Jumat, 21 Juni 2019   Dede Nurhasanudin
Bank Sampah Panulisan saat mengikuti bazar murah yang di inisiasi Pemkab Purwakarta. Mereka menjual beras selama tanam menggunakan pupuk organik yang mereka olah. (Dede Nurhasanudin/ayopurwakarta).
PURWAKARTA KOTA,AYOPURWAKARTA.COM--Melihat sampah yang semakin menumpuk setiap hari, membuat Nono Juarno berinisatif mendirikan Bank Sampah Panulisan. Nono mendirikan Bank Sampah atas dasar kepedulian terhadap kebersihan di lingkungan.
 
Akhir-akhir ini, permasalahan sampah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Pengelolaan sampah masih mengandalkan metode 'kumpul angkut buang'. Kegiatan memilah dan mengkategorikan sampah berdasarkan jenisnya seperti organik dan anorganik belum menjadi kebiasaan di masyarakat.
 
Dengan mendirikan Bank Sampah Panulisan berlokasi di Perumahan Griya Asri Blik I 4 No 11 kelurahan Ciseureuh kecamatan Purwakarta Kota, Nono mengajak masyarakat sadar akan peduli sampah, mengumpulkan menjadikan bahan atau benda yang sangat bermanfaat.
 
"Sampah atau benda yang sudah tidak terpakai sebetulnya bisa kita daur ulang menjadi benda bermanfaat," kata pria yang juga menjabat Ketua Bank Sampah Panulisan Purwakarta itu, Jumat (21/6/2019).
 
Nono bersama tim mendirikan Bank Sampah Panulisan pada 2016 lalu. Bank Sampah Panulisan tidak hanya mengelola botol bekas air minum dalam kemasan, melainkan sisa-sisa makanan menjadikan pupuk organik.
 
Nono mengaku dalam pengelolaan sampah botol bekas air minum dalam kemasan baru tahap pecahan, belum diolah benda atau barang jadi karena alat atau mesin yang belum memadai.
 
"Kalau pengelolaan pupuk organik saat ini telah berjalan. Kita bermitra dengan kelompok tani di Purwakarta," kata Nono.
 
Soal pemasaran, lanjut Nono terutama untuk hasil olahan sampah organik, pupuk organik padat atau cair diharapkan bisa diserap oleh dinas terkait. Untuk sarana penunjang produksi bila memungkinkan bisa ditingkatkan agar  pengelolaan sampah organik semakin banyak yang  terolah.
 
"Pupuk organik itu tidak hanya pupuk kandang, tapi sisa-sia makanan dan dedaunan yang kita permentasi menggunakan mesin penghalus kurang lebih sekitar 2-3 minggu," ucap dia.
 
Pemkab Purwakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana meningkatkan potensi pengembangan sampah daur ulang di Purwakarta. Salah satu cara untuk mengurangi sampah yaitu akan maksimalkan potensi kelompok masyarakat yang kreatif dalam memanfaatkan sampah daur ulang, sehingga menghasilkan sumber ekonomi bagi masyarakat.
 
"Rencana pemerintah itu tentu kami mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya, kesadaran masyarakat akan daur ulang sampah akan semakin tinggi jika di dorong oleh pemerintah demi mewujudkan Purwakarta berseka," ujar Nono.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar