Yamaha NMax

40 Hektare Sawah di Purwakarta Alami Kekeringan Berat

  Selasa, 02 Juli 2019   Dede Nurhasanudin
Dinas Pangan Dan Pertanian Kabupaten Purwakarta melakukan penyedotan air untuk pengairan lahan persawahan yang kekeringan.

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM – Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta mencatat dari total luas lahan persawahan 18.071 hektare di Purwakarta, sedikitnya sekitar 40 hektare lahan mengalami kekeringan berat. Sementara lahan lainnya terkategori kekeringan sedang dan ringan.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachman Suherlan, mengatakan lahan persawahan yang mengalami kekeringan berat terjadi di Kecamatan Maniis seluas 37 hektare. Tiga hektare sisanya terjadi di Kecamatan Pasawahan.  

Disamping kekeringan berat, terdapat lahan sawah di Maniis terkategori kekeringan sedang seluas 194 hektare. Lalu kekeringan sedang juga terjadi di Kecamatan Pasawahan seluas dua hektare, dan Kecamatan Campaka seluas 12 hektare.

Sementara yang mengalami kekeringan yang terjadi di Maniis seluas 129 hektare, lalu terjadi di Tegalwaru seluas 198 hektare, Plered 50 hektare, Darangdan 16 hektare, Pasawahan 3 hektare, Purwakarta Kota 2 hektare, Babakancikao 14 hektare, Campaka 24 hektare dan di Kecamatan Cibatu 15 hektare.

"Jika musim kemarau tiba daerah Purwakarta memang sangat merasakan dampaknya, sulit mendapatkan air untuk mengairi tanaman padi, tapi sejauh ini sudah kami antisipasi," ujar Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/7/2019).

Agus merinci lahan persawahan di Kabupaten Purwakarta antara lain terdiri dari 6.892 lahan tadah hujan, 73 hektare lahan pasang surut, 20 hektare lahan persawahan lebak dan 11.086 hektare lahan irigasi. Rata-rata persawahan yang sering mengalami kekeringan merupakan lahan tadah hujan.

Agus mengaku, sejauh ini pihaknya telah meninjau lokasi kekeringan, kemudian melakukan antisipasi dan memberikan imbauan kepada para petani untuk tetap mengairi persawahan milik mereka.

"Kemarin kami ke Kecamatan Campaka meninjau dan melakukan sedot air menggunakan mesin untuk mengairi pesawahan yang mengalami kekeringan," kata Agus.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar