Yamaha NMax

5 Bocah Menjadi Korban Pelecehan Seksual

  Kamis, 04 Juli 2019   Dede Nurhasanudin
AZ saat diperiksa anggota sat reskrim Polres Purwakarta. (Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Seorang warga Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa berurusan dengan Sat Reskrim Polres Purwakarta. Dia adalah AZ (25) yang diduga telah melakukan tindakan pelecehan seksual kepada lima bocah di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Adrian mengatakan bahwa saat ini pelaku berhasil diamankan dan telah diperiksa petugas.

Hasil dari pemeriksaan AZ mengaku melakukan tindakan tidak senonoh kepada lima korban berinisial Ra (9), Sa (10), R (10), De (11), dan RA (11) di sebuah Masjid berlokasi Kecamatan Bungursari.

Kelima korban berasal dari kejadian tiga hari berturut-turut. Satu per satu mereka dibujuk untuk menunjukan lokasi toilet oleh Az.  Sebelum sampai ke toilet, di lorong masjid, korban dilecehkan secara seksual.

"Para korban tersebut segera melarikandiri sebelum dicabuli lebih jauh. Ke lima korban merupakan warga Kecamatan Bungursari," kata Handreas, Kamis (4/7/2019).

Ia menjelaskan bahwa kasus ini terbongkar berawal dari salah seorang korban menceritakan ke orang tuanya terkait perbuatan pelaku.

Kemudian orang tua tersebut bertanya pada anak-anak lainnya dan mendapatkan jawaban yang sama soal pelecehan seksual tersebut.

Handreas menambahkan bahwa orang tua korban bersama masyarakat kemudian mengantarkan pelaku dan melaporkan kasus ini ke kepolisian.

"Pelaku dijerat Pasal 82 UU RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun," tegas dia.

Lebih lanjut Handreas menjelaskan bahwa pelaku merupakan salah satu dari lima orang jamaah tabligh khuruj yang sedang melakukan perjalanan spiritual di Masjid Ali bin Abi Thalib. Namun pelaku menyimpang dari misi awal.

"Atas penyimpangan pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatanya itu," ujar dia.

Sementara Az mengaku baru pertama kali melakukan tindak pelecehan seksual terhadap anak. Ia tergoda melihat anak-anak yang sedang bermain di sekitaran masjid.

"Saya nekad melakukan itu karena teringat saat saya masih SMP dan SMA, pernah menjadi korban untuk kasus yang sama," ujar AZ sembari menunduk.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar