Yamaha NMax

Sejarah Dibalik Objek Wisata Hidden Valley

  Senin, 15 Juli 2019   Dede Nurhasanudin
Hidden Valley Purwakarta. (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

SUKATANI, AYOPURWAKARTA.COM -- Kehadiran Hidden Valley menambah daftar objek wisata di Kabupaten Purwakarta. Menyuguhkan pemandangan alam yang asri dan sejuk menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke destinasi objek wisata berlokasi di Desa Cibodas,Kecamatan Sukatani ini.

Hampir setiap akhir pekan objek wisata Hidden Valley tak pernah sepi pengunjung baik dalam mau pun luar Kabupaten Purwakarta. Namun, tahu kah Anda hadirnya objek wisata Hidden Valley  di Kabupaten Purwakarta memiliki cerita unik yang kental dengan sejarah.

Owner Hidden Valley Kabupaten Purwakarta Hendry Chandrawinata mengatakan, lokasi ini hadir berawal dari pembangunan tempat peristirahatan pribadi sekitar tahun 2014 lalu. Pihaknya lalu menemukan sebuah tugu buatan jaman Belanda Anno 1898 yang ditemukan telah rusak, lalu direkondisi dan pada akhirnya berkembang menjadi tempat wisata yang layak dikunjungi.

“Kita kembangkan dan jadilah objek wisata,” ujar Hendry kepada Ayopurwakarta.com, Senin (15/7/2019).

Berada di ketinggian setara dengan Gunung Cupu setinggi 362 mdpl, pengunjung dimanjakan dengan beragam pemandangan. Mulai dari pemandangan pegunungan, pemukiman warga, jalur Tol Purbaleunyi, areal persawahan hingga Bendungan Jatiluhur.

Di lokasi ini terdapat tulisan yang menceritakan kerajaan di Tanah Pasundan. Misalnya, konon di lokasi ini merupakan jalur perlintasan kerajaan Prabu Silawangi. Namun terlepas dari kisah itu, Hidden Valley bak negeri dongeng di atas awan yang terangkum indah pada “serpihan surga” yang jatuh di Purwakarta.

“Jadi jika anak-anak bermain ke lokasi ini, bisa sambil mendengarkan cerita tentang kerjaan yang ditulis di tujuh pilar yang dibangun,” kata dia.

Ia mengatakan, sejumlah fasilitas telah tersedia di tempat wisata ini, mulai dari resort, meeting room, outdoor event dan kolam renang pun sudah bisa digunakan, dan sebagian masih dalam proses konstruksi.

"Jika berada di tempat ini, para pengunjung seperti berada di atas awan,” ujar dia.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar