Yamaha

Meski Pedagang Rugi, Air Mancur Sri Baduga Tak Bisa Dipaksa Beroperasi

  Jumat, 02 Agustus 2019   Dede Nurhasanudin
Sejumlah pengunjung tampak terlihat di kawasan Situ Buleud, tepat di depan Air Mancur Sri Baduga Purwakarta. (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Purwakarta Entis Sutisna mengakui, Air Mancur Sri Baduga diberhentikan beroperasi untuk sementara waktu akibat kekurangan air sebagai dampak musim kemarau.

Menurutnya, penyusutan air cukup parah mungkin bisa sampai setengahnya dari tinggi muka air normal pada kolam. Kondisi tersebut dinilai tidak memungkinkan untuk mengoperasikan mesin pembuat air mancur. Entis mengkhawatirkan terjadi kerusakan mesin apabila Air Mancur Sri Baduga tetap dipaksakan beroperasi seperti biasanya.

AYO BACA : Taman Air Mancur Sri Baduga Penyumbang Terbanyak Wisatawan di Purwakarta

"Kalau dipaksakan nanti alat atau mesin berjalannya air mancur rusak, sebagai antisipasi kita berhentikan sementara," ujar Entis, Jumat (2/7/2019).

Entis berpendapat bahwa penghentian sementara air mancur mungkin akan mengurangi pendapatan para pedagang. Khususnya mereka yang beroperasi di festival wisata kuliner akhir pekan. Namun, ia juga tidak bisa mengupayakan untuk mengoperasikan air mancur tersebut.

AYO BACA : Taman Air Mancur Sri Baduga Penyumbang Terbanyak Wisatawan di Purwakarta

"Jumlah kunjungan wisatawan sudah pasti berkurang, namun UKM tetap berjalan setiap malam minggu, yah paling tidak memanfaatkan wisatawan asal Purwakarta," kata dia.

Menurutnya, memungkinkan saja bila kapasitas air Sri Baduga ditambah dengan penarikan air dari Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur. Namun hal tersebut belum dapat dilakukan mengingat jaringan penyalur air tersedia.

"Narik air dari Waduk Jatiluhur itu mahal. Kami belum pernah melakukan itu karena jaringannya belum ada," kata Entis.

Ke depannya, ia berharap Taman Air Mancur Sri Baduga bisa dikelola pihak swasta agar bisa tetap beroperasi secara mandiri. Selain itu, jumlah penonton pertunjukan air mancur maupun kunjungan ke Situ Buleud bisa naik signifikan dan jumlahnya tetap terjaga, tak seperti sekarang yang menurun drastis.

"Setelah air mancur berhenti beroperasi jumlah pengunjung ke kawasan Situ Buleud berkurang hingga 50%," ucap dia.

AYO BACA : Pemberhentian Sementara Taman Air Mancur Sri Baduga Berdampak Terhadap UKM

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar