Yamaha

Inilah Alasan Pasutri Belum Memiliki Kartu Nikah

  Sabtu, 10 Agustus 2019   Dede Nurhasanudin
Ilustrasi buku nikah. (Istimewa)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM—Sejumlah pasangan suami istri di Kabupaten Purwakarta masih ada yang belum memiliki kelengkapan administrasi berupa buku nikah.

Pemkab setempat pun menggulirkan program isbat nikah sebagai salah satu solusi agar mereka memiliki buku nikah.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menargetkan sebanyak 400 pasangan mengikuti isbat nikah tahun ini. Sementara itu, tahun depan menargetkan 1.000 pasangan.

"2020 kita targetkan 1.000 pasangan mengikuti isbat nikah dan memiliki buku nikah," ujar Anne, Sabtu (10/8/2019).

Anne menilai, ada sejumlah faktor yang menyebabkan mereka memutuskan menikah tidak memiliki kelengkapan administrasi. Di antaranya pernikahan usia dini dan keterbatasan ekonomi.

"Kedua hal itu yang menjadikan masyarakat abai terhadap administrasi pernikahan," kata Anne.

Padahal menurut Anne buku nikah itu penting untuk penunjang data keluarga, semisal akta kelahiran anak bahkan persyaratan administrasi membuat paspor.

"Buku nikah menurut saya penting ya, penunjang administrasi keluarga," ujar Anne.

Untuk itu, Anne menganggarkan untuk tahun ini Rp270 juta. Biaya itu kemungkinan besar bertambah mengingat 2010 menargetka 1.000 pasangan mengikuti isbat nikan.

"Untuk tahun ini kita hanya menganggarkan sekitar Rp270 juta, bisa jadi untuk tahun selanjutnya akan kita tingkatkan sesuai target," kata dia.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->