Yamaha NMax

Beban PJT II Saat Kemarau Cukup Besar

  Senin, 12 Agustus 2019   Dede Nurhasanudin
Waduk Jatiluhur. (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

JATILUHUR, AYOPURWAKARTA.COM -- Direktur Operasi dan Pengembangan PJT II Jatiluhur Antonius Aris Sudjatmiko mengatakan, kemarau panjang yang melanda Kabupaten Purwakarta berdampak terhadap debit air Waduk Jatiluhur. Debit air Waduk Jatiluhur saat ini mengalami penyusutan cukup signifikan.

"Memang kondisi Waduk Jatiluhur saat ini bisa dikatakan kering. Saat ini tinggi muka air (TMA) di waduk berada di bawah angka 100 Mdpl," ujar dia.

AYO BACA : Debit Air Jatiluhur Terganggu Kemarau

Meski begitu, Antonius menyebut jika penyusutan air tidak berdampak terhadap kebutuhan pembangkit listrik. Bahkan Antonius menjamin debit Waduk Jatiluhur masih cukup aman.

“Kebutuhan air masih amin. Artinya, pelayanan masih belum terganggu dengan kondisi kemarau ini,” kata Antonius.

AYO BACA : Kemarau Panjang, Air Waduk Jatiluhur Mulai Menyusut

Ia mengaku, Waduk Jatiluhur adalah satu-satunya sumber air besar yang memenuhi kebutuhan ke sejumlah wilayah, yaitu Jakarta, Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu. Pada musim  kemarau seperti saat ini beban meningkat jika dibandingkan musim penghujan.

"Setiap musim kemarau beban Waduk Jatiluhur memang cukup besar. Kami harus benar-benar bisa mengaturnya sehingga pasokan air tetap stabil," ujar dia.

Sejauh ini, lanjut dia layanan air untuk kebutuhan petani maupun masyarakat tetap terjaga. Termasuk juga area persawahan yang sesuai dengan rencana tanam yang ditetapkan gubernur, hal itu sudah aman dan tidak kekurangan air.
 
“Kalaupun ada area sawah yang tak kebagian air, itu biasanya di wilayah paling ujung utara, dan tidak termasuk dalam rencana tanam yang ditetapkan oleh gubernur,” ucap Antonius.

AYO BACA : PJT II Gelar Hiburan Wisata Air Jatiluhur

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar