Yamaha Aerox

Mahasiswa UI Teliti Kesehatan Pembuatan Keramik Tradisional

  Rabu, 21 Agustus 2019   Dede Nurhasanudin
Mahasiswa pasca sarjana UI dari Fakultas Kesehatan Masyarakat tengah melakukan penelitian terhadap para pengrajin gerabah kramik.

PLERED, AYOPURWAKARTA.COM -- Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia (UI) memeriksa kesehatan ratusan pengrajin gerabah keramik di Desa Anjun Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat itu mendatangi industri rumahan berbahan dasar tanah liat secara bertahap. Mereka berinteraksi kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan menggunakan alat yang fokus terhadap kualitas udara dan debu.

Para mahasiswa ini melakukan penelitian terhadap dampak pembuatan gerabah keramik manual yang cendrung beresiko tinggi, karena belum ada standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja.

"Ini bentuknya industri rumahan yang pembuatannya masih sederhana atau manual, kesehatan dan keselamatan para pekerja masih tinggi resiko. Itu menjadi alasan kami melakukan penelitian tesis di sini," ujar salah seorang mahasiswa pasca sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Astrid Salome ditemui disela-sela penelitian, Rabu (21/8/2019).

Ia mengatakan, proses pembuatan gerabah keramik masih tradisonal, mulai dari tahap pembentukan, pengecatan hingga pembakaran. Proses tersebut berpotensi terhadap pencemaran udara.

Untuk itu, penelitian terhadap para pengrajin difokuskan pada dua hal. Pertama, kualitas udara konsentrasi terhadap debu atau PM10. Kedua, adalah gas SO2 atau sulpur diosida.

"Kualitas debu kita menggunakan alat EPAM, kalau gas SO2 menggunakan alat spektro potometer," kata dia.

Ia mengaku, hasil penelitian tidak bisa langsung terlihat karena harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

"Tidak bisa, sekarang kita baru obserpasi terhadap 107 pengrajin yang kemudian dilakukan pencecekan di laboratorium," ucap dia.

Salah seorang pengrajin gerabak keramik, Ipin (27), mengaku mengapresiasi kepada para mahasiswa melakukan penelitian ini. Sehingga dirinya mendapat masukan atau ilmu baru soal keselamatan kerja.

"Memang kesehatan itu penting, kalau nanti hasilnya menunjukan beresiko mungkin harus ada upaya untuk pencegahan," singkat dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar