Yamaha

Ranginang Kiarapedes Oleh-oleh Baru dari Purwakarta

  Kamis, 05 September 2019   Dede Nurhasanudin
Ranginang oleh-oleh baru kiarapedes. (Dede Nurhasanuddin/ayopurwakarta)

KIARAPEDES, AYOPURWAKARTA.COM -- Beras merupakan bahan dasar makanan pokok masyarakat Indonesia khususnya Provinsi Jawa Barat. Selain nasi beras juga dapat diolah menjadi aneka ragam makanan atau camilan.

Seperti halnya yang dilakukan Neneng Fatimah warga Desa Gardu Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. Ditangan perempuan berusia 44 tahu itu beras diolah menjadi rengginang bermacam rasa.

Rengginang merupakan salah satu makanan tradisional khas nusantara yang sudah dikonsumsi sebagai makanan ringan maupun makanan utama sejak lama.

"Rengginang adalah cemilan khas masyarakat sunda yang terbuat dari beras, beras ketan putih atau hitam," ujar Neneng, Kamis (5/9/2019).

Teknis pengolahan makanan khas nusantara yang satu ini cukup sederhana, beras ketan yang telah dibersihkan kemudian dikukus dalam air mendidih, tuangkan penyedap rasa secukupnya lalu aduk sampai merata. Angkat dan bentuk sesuai selera, lalu letakkan di atas tampah kemudian jemur di bawah terik matahari.

Neneng menambahkan, untuk rasa seringkali rengginang diolah dengan ditambahkan bumbu penyedap atau pemanis dari gula aren atu terasi, tergantung selera.

Neneng mengaku menggeluti usaha rengginang sejak 2009. Rengginang hasil olahannya dijual ke sejumlah toko baik dalam mau pun luar kota.

"Biasanya ada yang pesan, katanya buat dijual lagi di toko- toko seperti di Karawang dan Subang, tapi seringnya dipesan yang mau hajatan atau menjelang lebaran" kata dia.

Selama ini rengginang dijual ke toko oleh-oleh dalam keadaan mentah dan tanpa kemasan ataupun merk. Namun melalui kegiatan KPPM yang dilakukan mahasiswa STIE Wikara Purwakarta di desanya, Neneng memperoleh ilmu pemasaran hingga teknis pengemasan produk yang mampu bersaing dengan makanan ringan lain. Sehingga memiliki nilai jual lebih di pasaran.

"Rengginang sekarang kita kemas dalam keadaan matang. Saya berharap rengginang Kiarapedes ini menjadi oleh-oleh khas Purwakarta," ujar dia.

Lyra Nuraida (21) salah satu mahasiswa STIE Wikara Purwakarta menambahkan ia ikut andil dalam meningkatkan UKM menjadi tugas bersama dalam meningkatan sumber ekonomi masyarakat. Pembinaan terhadap para pelaku UKM diharapkan dapat membantu mereka.

"Sebenarnya pembinaan UMKM sudah menjadi kewajiban kita juga dari mahasiswa yang kebetulan sedang melaksanakan KPPM di desa ini, mudah - mudahan ke depan usahanya lebih maju sehingga berdampak terhadap peningkatkan perekonomian masyarakat," singkat Lyla.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar