Yamaha

Kasus Cipularang Berlanjut, Perusahaan Jasa Sewa Truk Diperiksa

  Kamis, 05 September 2019   Faqih Rohman
Dump truk yang terlibat dalam kecelakaan beruntun Tol Cipularang. (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Perusahaan penyewa jasa truk pasir yang menjadi penyebab kecelakaan kilometer 91 Tol Cipularang akan diperiksa oleh kepolisian.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andhiko mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan. Polres Purwakarta, sebutnya, hingga sekarang masih mendalami kasus kecelakaan maut tersebut, kendati dugaan kuat penyebab kecelakaan lantaran truk terlibat insiden bermuatan lebih.

AYO BACA : 1 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Tol Cipularang Belum Bisa Dievakuasi

"Penyelidikan dan pendalaman ke perusahaan pengelolaan pertambangan tanah dan perusahaan angkutan," ujarnya, Kamis (5/9/2019).

Dia menyebutkan, sebanyak dua tersangka telah ditetapkan dalam kasus kecelakaan ini, yakni DH sopir dump truk bernopol B 9763 UIT yang terguling, dan S sopir dump truk nopol B 9410 UIU yang mengalami rem blong dan menabrak puluhan kendaraan di depannya.

AYO BACA : Buntut Tabrakan Cipularang, Anne Minta Truk Bermuatan Dicek

"Dalam insiden ini tersangka DH meninggal dunia karena mengalami luka akibat kecelakaan itu," katanya.

Menurutnya, diperlukan pendalaman untuk mengungkap muatan berlebihan itu atas perintah perusahaan atau sebaliknya. Kedua tersangka diketahui bekerja di perusahaan jasa pengangkutan, yang disewa oleh perusahaan tambang untuk mengangkut pasir.

"Apakah ini hanya menjalankan atau ada perintah, ini memerlukan pendalaman lagi. Apakah perusahaan menambah sendiri kapasitasnya, ini sebagai saksi dulu," terang Trunoyudo.

Trunoyudo menambahkan, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus kecelakaan ini, namun pihaknya meminta semua untuk bersabar dan menunggu proses penyelidikan.

"Kami meminta pendapat dari para ahli pidana karena dari unsur kelalaian dan unsur sengaja ini satu hal yang berbeda, apakah bisa dipidana seseorang atau perusahaan, tentu harus ada objek hukumnya," pungkasnya.

AYO BACA : WNA Korban Laka Cipularang Minta Dipulangkan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->