Yamaha Aerox

Pemerintah Bantu Petani Tangani Dampak Kekeringan

  Kamis, 12 September 2019   Dede Nurhasanudin
Acara gerakan tanam padi gogo sawah di Desa Cikadu, Rabu (11/9/2019). (Dede Nurhasanudin/ayopurwakarta)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Kemarau panjang melanda Kabupaten Purwakarta membuat sejumlah wilayah mengalami krisis air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini juga sangat dirasakan para petani karena sumber air untuk mengairi persawahan milik mereka mulai mengering. Biasanya mereka memilih menunggu turun hujan untuk kembali penanaman.

Namun berbeda kali kali ini, petani mencoba memanfaatkan sumber air yang memungkinkan dapat digunakan. Seperti yang dilakukan para petani padi tergabung dalam Kelompok Tani Margatani Desa Cipinang dan Cikadu Kecamatan Cibatu, Purwakarta.

Para petani memanfaatkan Sungai Cilamaya dan eks galian C untuk mengairi persawahan milik mereka.

AYO BACA : Tanggal Wafat Empat Presiden Indonesia

Ide itu muncul setelah mendapat saran atau motivasi dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian dan pemkab setempat untuk melakukan gerakan percepatan olah tanah, tanam padi dan penanganan dampak kekeringan.

"Awalnya ragu untuk menanam karena tidak punya mesin, tapi berkat bantuan kementerian pertanian kami bisa kembali tanam," ujar ketua gabungan Kelompok Tani Margatani Kecamatan Cibatu, Unus dalam acara gerakan tanam padi gogo sawah di Desa Cikadu, Rabu (11/9/2019).

Gabungan kelompok tani itu menerapkan penyedotan air menggunakan selang air yang dibagi menjadi tiga. Dua jalur untuk ke selang besar dan satu jalur untuk bak air. Bak air itu tersambung langsung ke pipa yang mengaliri hampir 100 hektare persawahan.

"Selain mesin pompa air dan selang, kami juga memberikan bantuan benih padi gogo sawah untuk mereka tanam," kata  Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Edy Purnawan.

 

AYO BACA : PLN Sudah Berikan Kompensasi, Begini Cara Mengeceknya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar