Yamaha

PT MSS Siapkan Rp2 Miliar untuk Ganti Kerusakan Rumah Warga

  Jumat, 11 Oktober 2019   Republika.co.id
Batu seukuran rumah yang menggelinding dari bukit di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Jabar. (Dede Nurhasanudin/ayopurwakarta)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) siap bertanggung jawab atas kerusakan rumah-rumah warga akibat ditimpa “hujan batu” dampak aktivitas tambang. PT MSS menyiapkan ganti rugi total Rp2 miliar untuk kerugian masyarakat.

Kepala Personalia PT MSS Thomas Arista mengatakan, pihaknya telah bersepakat dengan warga untuk ganti rugi. Penggantian rugi diberikan dalam bentuk uang kepada warga yang rusak rumahnya.

“Perusahaan memenuhi tuntutan warga dan memberikan kompensasi total Rp2,065 miliar. Kompensasi dua miliar tersebut akan dibayarkan uang sesuai permintaan warga,” kata Thomas dikutip dari Republika, Jumat (11/10/2019).

Thomas mengklaim situasi sudah kondusif karena tuntutan warga akan dipenuhi. Pihaknya berjanji akan menyelesaikan ganti rugi dalam waktu dekat sesuai permintaan warga.

Ia mengatakan, warga tidak lagi menuntut perusahaan ditutup. Warga sepakat memperbolehkan perusahaan tetap beroperasi dengan meningkatkan keamanan dan keselamatan bagi warga sekitar.

“Warga sepakat untuk perusahaan jalan kembali sesuai prosedur dan menerapkan rekomendasi ESDM,” ujarnya.

AYO BACA : Bupati Anne Meminta Kampung Cihandeuleum Dijadikan Buffer Zone

Ia menambahkan, pihaknya akan mengantisipasi kejadian serupa ke depannya. Peningkatan prosedur keamanan dan keselamatan bagi warga akan diutamakan.

“Antisipasinya kita menerapkan rekomendasi teknis yang akan diberikan Dinas ESDM terutama aspek keselamatannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamulya Dedi Supriadi mengatakan, ganti rugi menjadi kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan. Hal ini karena kerusakan rumah warga terjadi akibat aktivitas tambang PT MSS.

Dedi menuturkan, penggantian rugi masih diproses oleh perusahaan. Warga masih menunggu realisasi dari perusahaan yang hanya menjanjikan secepatnya. “Sudah disampaikan sama perusahaan tapi belum direalisasi,” ujar Dedi.

Ia menambahkan, perihal penutupan operasi perusahaan tambang tersebut, warga memang sebagian besar ingin PT MSS ditutup karena tidak memberi dampak positif bagi masyarakar. Namun, warga menyerahkan keputusan tersebut kepada pemerintah.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah warga mendapatkan ganti rugi dari kerusakan yang diakibatkan tertimpa batu-batu besar tersebut.

”Yang penting minta ganti rugi. Harus diganti. Kalau ditutup atau nggaknya itu bukan urusan warga. Tapi kalau warga sebenarnya kita ingin ditutup setelah mengganti rugi,” ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->