Yamaha

Jual Gas Bersubsidi ke Perusahaan Cat, Izin Agen Terancam Dicabut

  Minggu, 20 Oktober 2019   Dede Nurhasanudin
Sat Reskrim Polres Purwakarta saat mengecek perusahaan cat yang diduga melakukan penyalahgunaan gas elpiji berukuran 3 kg. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta soroti kasus penyalahgunaan gas elpiji berukuran 3 kilogram.

Sebelumnya, Polres Purwakarta berhasil mengungkap dugaan kasus praktik penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi tersebut di salah satu perusahaan cat berlokasi di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, beberapa waktu lalu. Gas melon itu digunakan untuk memanaskan moulding yang mampet.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, pihaknya akan menelusuri dari mana perusahaan itu memperoleh gas bersubsidi tersebut, jika telah diketahui maka sanksi tegas akan dilayangkan kepada yang bersangkutan.

"Kita tegas, kalau ada pangkalan atau agen menjual gas bersubsidi di luar daftaran penerima, izinnya akan kita cabut," tegas Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, Minggu (20/10/2019).

Anne mengaku akan mengevaluasi soal penanganan kasus praktik penyalahgunaan gas elpiji berukuran 3 kg di Purwakarta. "Hari Senin perwakilan di Pertamina, Hiswana Migas dan seluruh dinas terkait di wilayah Purwakarta akan kita hadirkan untuk membahas soal itu," kata dia.

Menurutnya, gas elpiji berukuran 3 kg diperuntukan bagi masyarakat menengah ke bawah atau kurang mampu. Artinya pendistribusian juga harus tepat sasaran tidak bisa dijual sembarang, apalagi dijual ke perusahaan tentu itu tidak boleh.

"Pengawasan gas elpiji berukuran 3 kg tentu melibatkan semua elemen masyarakat, terutama lurah atau kepala desa harus benar-benar melakukan pengawasan terhadap pendistribusiannya, jangan sampai tidak tepat sasaran," ujar Anne.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar