Yamaha NMax

Pemkab Purwakarta Tetapkan 4 Zona Larangan Alih Fungsi Lahan

  Rabu, 30 Oktober 2019   Dede Nurhasanudin
Ilustrasi -- Sebidang lahan di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Kecamatan Campaka sendiri masuk ke dalam kawasan yang lahannya dilindungi dari alih fungsi selain pertanian. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Pemerintah Kabupaten Purwakarta menetapkan empat kecamatan menjadi wilayah terlarang atau zona merah alih fungsi lahan.

Empat kecamatan itu adalah Kecamatan Babakan Cikao, Bungursari, Campaka, dan Cibatu. Empat kecamatan tersebut lahannya difokuskan untuk pertanian.

“Di empat kecamatan ini sudah kami tandai, tidak boleh ada satu jengkal pun lahan pertanian produktif yang beralih fungsi,” tegas Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Rabu (30/10/2019).

Anne berkomitmen akan terus mendorong dan memberikan motivasi kepada para petani melalui berbagai bantuan. Tahun depan pihaknya berencana menggelar even menarik sebagai upaya mengajak kaum milenial agar tertarik pada sektor pertanian.

Dia mengatakan hal itu juga sebagai upaya mempertahankan lahan pertanian karena butuh terus menerus regenerasi SDM.

“Tahun depan ada even, biar generasi muda kita tertarik bertani,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian, luas lahan persawahan baku mencapai 18 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, 10 ribu hektare merupakan sawah irigasi teknis dan 8 ribu hektare di antaranya merupakan sawah tadah hujan.
 
Anne menambahkan, lahan-lahan produktif ini tidak boleh beralih fungsi dengan alasan apapun. Pihaknya, akan menguatkan komitmen dengan para pemilik lahan, supaya tak terlalu mudah menjual lahan pertanian mereka.

"Kalau dijual, nanti kami akan memintai keterangan kepada pembelinya itu kegunaan lahan tersebut selanjutnya untuk apa. Kalau untuk industri atau perumahan, kami tak akan izinkan,” ujar Anne menegaskan.

Menurutnya, Kabupaten Purwakarta saat ini menjadi salah satu daerah berkembang di Jawa Barat. Selama ini banyak investor yang masuk ke wilayah tersebut untuk mengembangkan sebuah perusahaan di bidang industri, ritel, atau properti.
 
Menyadari hal tersebut, pemerintah pun mengeluarkan kebijakan tegas guna melindungi lahan pertanian yang masih tersisa seperti memperketat izin pembangunan perumahan baru di Purwakarta.

"Kami akui, semakin berkembangnya wilayah, maka alih fungsi lahan pun semakin menghantui. Ini yang harus kami antisipasi, kalau tidak lahan pertanian bisa habis,” ujar Anne.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->