Yamaha

Cagar Budaya Bernilai Sejarah di Purwakarta

  Sabtu, 23 November 2019   Dede Nurhasanudin
Bangunan dan Benda Kuno berlokasi di Desa Citalang Kecamatan Purwakarta Kota, Purwakarta.

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Setiap daerah pasti memiliki cerita panjang dibalik perjalanan nenek moyang tempo dulu.

Benda atau gedung peninggalan mereka sudah seharusnya dilestarikan sebagai warisan bangsa, karena mengandung makna nilai dari budaya.

Seperti di Kabupaten Purwakarta misalnya, terdapat puluhan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tidak terlepas dari lingkungan masyarakat yang menghormati peningalan-peninggalan para pendahulu.

Berdasarkan data dari Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) setempat sedikitnya terdapat 26 kawasan cagar budaya. Kebanyakan bersifat kebendaan peninggalan sejarah.

"Kawasan cagar budaya ini tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya berupa situs, sumber mata air purba, makam nenek moyang, hingga bangunan-bangunan bersejarah," ungkap Kepala Bidang Kebudayaan, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Irfan Suryana, Sabtu (23/11/2019).

Irfan menjelaskan, diawali dari wilayah perkotaan ada Masjid Agung, Gedung keresidenan atau yang saat ini jadi kantor Bakorwil, Gedung Kembar di sekitar stasiun, Gedung Negara atau kantor bupati, Pendopo dan Situ Buleud yang saat menjadi Taman Air Mancur Sri Baduga.

Sementara di sejumlah wilayah lain ada Goa Jepang di Kecamatan Kiarapedes, Situs Pangcalikan dan Batu Peti yang berdekatan dengan Waduk Jatiluhur, serta beberapa mata air purba.

"Keberadaan kawasan Cagar Budaya ini perlu dilestarikan keberadaannya. Karena, memiliki nilai penting bagi sejarah, baik untuk ilmu pengetahuan, pendidikan, atau sejarah kebudayaan,"kata dia.

Irfan berkomitmen akan menata cagar budaya lain yang belum tersentuh dalam hal penataan. Minimalnya ada media untuk menampikan sinopsis atau ringkasan cerita mengenai sejarah kawasan tersebut.

"Memang harus kita jaga dan lestarikan, tentu menjadi program kami ke depan dalam penataan menjadikan edukasi wisata baru," ujar Irfan.

 

 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar