Yamaha

Irigasi Belum Bisa Dibuka, Musim Tanam di Karawang Tertunda

  Selasa, 26 November 2019   Dede Nurhasanudin
Seorang anak bermain di sawah yang mengalami kekeringan. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

KARAWANG, AYOPURWAKARTA.COM -- Musim tanam padi di Kabupaten Karawang terpaksa mundur dari jadwal. Tertundanya musim tanam dikarenakan pasokan air belum terlalu mencukupi proses tanam.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang M Hanafi Chaniago mengatakan, intensitas hujan di Kabupaten Karawang sejak beberapa hari terakhir belum bisa mengawali penanaman.

Apalagi musim hujan yang belum merata di sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Karawang, menjadi alasan musim tanam area persawahan di Kabupaten Karawang masih harus tertunda hingga menjelang akhir November ini.

AYO BACA : Sempat Terimbas Longsor, Jalur Wanayasa Kembali Normal

"Memang sudah ada sebagian mulai ditanami, untuk dua bulan ini Oktober dan November baru 6.000 hektare yang sudah tanam dari total sawah di Karawang lebih dari 95 ribu hektare,” kata Hanafi, Selasa (26/11/2019).

Menurutnya, keterbatasan debit air dari waduk-waduk yang menjadi sumber air baku irigasi membuat musim tanam masih harus tertunda. Saluran irigasi belum bisa dibuka dan dimanfaatkan optimal karena debit air baku menurun.

Dia mengaku, sejauh ini sudah memberitahu petani perihal ketersediaan air baku yang belum mencukupi. Pihaknya pun sudah meminta petani menunda tanam hingga air irigasi bisa mulai dimanfaatkan kembali.

AYO BACA : Diguyur Hujan Deras, TPT di Wanayasa Ambrol

“Debit air jatiluhur masih kurang. Jadi diimbau hemat penggunaan air. Kalau masih kurang air jangan olah tanah dulu,”ujar dia.

Menurutnya, jika aliran irigasi dipaksa mengalirkan air, maka dikhawatirkan adanya gangguan terhadap hal lain, seperti ketersediaan pasokan air minum hinggga listrik yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta II sebagai pengelola aliran irigasi sawah di Karawang dan sekitarnya.

Dia berharap pada Desember mendatang, musim tanam sudah bisa dimulai di Kabupaten Karawang sehingga tertundanya musim tanam ini tidak berdampak pada kekurangan produksi beras dari daerah yang menjadi lumbung padi nasional ini.

“Untuk musim tanam April sampai ke  September 2019 kemarin kita realisasi tanam sekitar 104.817 hektar. Semoga musim tanam Oktober - Maret ini bisa lebih dari itu juga,” ujar dia berharap.

AYO BACA : Dispangtan Purwakarta Targetkan 5.665 Ha Persawahan Siap Tanam di November

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar