Yamaha

Alasan APBD Purwakarta Belum Sepenuhnya Terserap

  Kamis, 28 November 2019   Dede Nurhasanudin
ilustrasi (bappeda.jatimprov.go.id)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Purwakarta hingga akhir bulan November ini baru mencapai 68, 97%.

Pencapaian itu merupakan angka berjalan mengingat tahun 2019 masih menyisakan satu bulan lagi untuk merealisasikan hingga batas maksimal.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta Norman Nugraha mengatakan, belum maksimalnya serapan anggaran dikarenakan beberapa proyek pembangunan baru dimulai dan belum dibayarkan jelang akhir tahun ini.

Terutama proyek-proyek berkaitan dengan pembangunan infrastruktur yang baru selesai lelang dan mulai dilaksanakan sehingga pembayaran melalui anggaran daerah belum terserap.

"Realisasi serapan APBD Kabupaten Purwakarta mencapai 68,97%. Jumlah ini dari total APBD untuk belanja senilai Rp2,4 triliun. Dari total itu baru terserap sekitar Rp1,6 triliun. Masih rendah sebetulnya. Karena tinggal satu bulan lagi,” ungkap Norman , Kamis (28/11/2019).

Menurutnya, belum maksimalnya serapan anggaran dianggap wajar karena baru menginjak bulan November. Biasanya anggaran akan mulai terserap maksimal dibulan Desember.

"Pada bulan Desember nanti pembayaran ke pihak ketiga sudah bisa dicairkan seiring selesainya kontrak pengerjaan. Sekarang di Dinas Tata Ruang dan Permukiman setahu saya sedang proses beberapa pekerjaan yang sifatnya pembanguan fisik, taman, bangunan. Di Dinas PU juga pembangunan beberapa ruas jalan. Mudah-mudahan akhir tahun bisa terserap," ujar dia.

Dia mengatakan, jika menengok pada tahun-tahun sebelumnya realisasi serapan APBD selalu tercapai. Untuk itu dia menargetkan hingga akhir tahun 2019 bisa mencapai 87%.

“Kalau bicara realisasi biasanya di angka 87%-90%. Kalau 100% pasti tidak mungkin karena ada saja sisa-sisa anggaran yang tidak terserap. Tapi mudah-mudahan bisa terkejar,” ujar Norman berharap.

Sementara itu, untuk PAD yang sudah masuk ke kas daerah sekitar 74,35% dari target total Rp2,274 triliun. Menurutnya, jumlah ini belum maksimal dikarenakan ada sumber PAD yang belum masuk.

“Tapi sementara ini tidak sampai menganggu cashflow,” ujar dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar