Yamaha

Purwakarta Masih Kekurangan RTH

  Selasa, 10 Desember 2019   Dede Nurhasanudin
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. (ayopurwakarta/Dede Nurhasanuddin)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengakui ruang terbuka hijau (RTH) dinilai masih kurang dari ketentuan pemerintah yakni 20%.

"Iya masih kurang, sampai saat ini persentasi RTH yang ada di wilayah Purwakarta baru 5,4 persen dari 20 persen itu," ujar Anne, Selasa (10/12/2019).

Salah satu upaya akan dilakukan adalah mendorong perusahaan di kawasan industri memiliki RTH sehingga jumlahnya bertambah dari saat ini baru tersedia di tujuh kecamatan.

"Dari 17 kecamatan yang ada di wilayah kami, baru punya tujuh kecamatan di antaranya yang telah memiliki RDTR, 10 lagi belum,” kata Anne.

Ia menyebut, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang bersedia mendorong menambah RTH di Purwakarta, salah satunya membantu membuatkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

RDTR rencananya akan dibangun di salah satu kecamatan yang termasuk kawasan industri, yaitu Kecamatan Bungursari. Menurutnya Kementerian Agraria dan Tata Ruang menyatakan akan melakukan kajian 2020 mendatang.

“Kami sangat terbantu, karena memang selama ini kesulitan membuat kajian tersebut. Mengingat, untuk membuat kajian di satu kecamatan biaya penyusunannya sangat mahal. Tergantung luas wilayahnya. Kalau wilayahnya kecil saja itu bisa di atas Rp2 miliar untuk satu kecamatan,” ujar Anne.

Sebelumnya, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyampaikan terkait hal tersebut bersama perwakilan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Kekurangan RTH di kawasan industri juga turut diungkapkannya dalam pertemuan bersama pihak kementerian kemarin.

Anne mengaku Purwakarta butuh peraturan daerah tata ruang selain juga belum melakukan kajian RDTR di sana. “Kita sedang merevisi peraturan daerah tata ruang yang hari ini masih direview dan belum turun reviewnya dari Probinsi Jabar,” katanya.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar