Yamaha

Tupoksi Plt Kades Sama dengan Definitif

  Sabtu, 14 Desember 2019   Dede Nurhasanudin
Pembangunan Jalan Desa Dangdeur

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM--Dana desa (DD) merupakan anggaran dari pemerintah untuk peningkatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Tranparansi penggunaan DD dinilai penting agar masyarakat mengetahui jika anggaran tersebut tepat sasaran, pengawasan pun tidak kalah penting ketika pemerintah desa menyerap anggaran tersebut.

Penyerapan atau penggunaan DD tentunya harus dilaporkan melalui bukti fisik menjadi suatu keharusan untuk mempertanggung jawabkan realisasinya.

"Laporan realisasi penyerapan dan capaian output dana desa, terdiri atas laporan realisasi penyerapan dana desa dan capaian output tahun anggaran sebelumnya," ungkap Penjabat Kepala Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Tatang, Sabtu (14/12/2019).

Menurutnya, tugas dan fungsi kepala desa definitif dengan dan pejababat sementara memiliki tanggung jawab yang sama. Termasuk merealisasikan serapan anggaran yang turun ke desa.

Dalam penggunaan DD pihaknya sering kali transparansi dalam penggunaannya."jadi jika soal transparansi dipersoalkan saya kira kurang tepat. Laporan kita jelas, dan keberadaan pendamping desa atau pendamping lokal desa juga akan memastikan laporan kita sesuai seperti apa yang dikerjakan," kata Tatang.

Ia menjelaskan, Bupati menyampaikan laporan realisasi penyaluran dan laporan konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output dana desa kepada Kepala KPPN dengan tembusan kepada Gubernur, Menteri Dalam Negeri dan Kementerian Desa.

"Dengan kewajiban laporan-laporan tersebut, tidak mungkin kita tidak transparan. Dan ini kemudian menjadi dokumen yang bisa diakses oleh publik," ujar dia.

Selain itu untuk memastikan transparansi penggunaan DD, Tatang dana aparatur Desa Dangdeur melakukan pengawasan pelaksanaan program pembangunan fisik yang menggunakan biaya tahun anggaran 2019.

"Pengawasan langsung ini kita lakukan guna menunjukkan kepada masyarakat tentang transparansi dan akuntabilitas Desa Dangdeur dalam mengelola dana desa. Sehingga timbul legitimasi di dalam masyarakat, yang pada akhirnya semua hal itu menjadi modal yang besar bagi Desa Dangdeur," kata Tatang.

Sementara, Pendamping Lokal Desa (PLD) Desa Dangdeur, Rahman mengatakan, pihaknya ikut mengawasi proses pembangunan yang menggunakan DD di wilayah Desa Dangdeur.

Menurutnya, selama proses pembangunan yang berasal dari dana desa berjalan, semua yang berkepentingan termasuk di dalamnya masyarakat desa ikut andil.

"Kami lihat tidak ada hal-hal yang ditutupi berkaitan dengan proses dan teknis pembangunan, semua berjalan apa adanya. Kami semua mendukung dan proses pembangunan berjalan lancar," kata Rahman.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar