Yamaha

Obsesi Berbadan Ideal Pengaruhi Kesehatan Mental

  Selasa, 14 Januari 2020   Republika.co.id
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Sebagian orang, terutama kaum hawa, menganggap penurunan berat badan dapat meningkatkan rasa percaya diri. Secara universal, masyarakat cenderung memuji tubuh langsing sehingga banyak orang berlomba-lomba memiliki bentuk badan tersebut.

Nyatanya, setiap orang memiliki bentuk badan khas dan tidak perlu ada generalisasi mengenainya. Terlepas dari hal tersebut, obsesi menurunkan berat badan dapat memicu perangkap psikologis yang berpengaruh kuat pada kesehatan mental.

Ahli terapi kelainan makan di Life Works, Dave Waller, menjelaskan bahwa upaya pengendalian berat badan memang memiliki manfaat. Upaya diet dapat meningkatkan harga diri, menstabilkan suasana hati, juga meningkatkan citra tubuh dan kualitas hidup secara umum.

Akan tetapi, orang-orang yang berusaha melakukan itu bisa jadi mendapat perhatian berlebih dari sekitar dan tekanan untuk mempertahankan berat badan. Ada rasa takut apabila berat badan kembali naik dan gagal menjaga kondisi ideal.

Penyesuaian diri dengan bobot tubuh baru juga kerap menyebabkan distorsi soal pencitraan tubuh. Dalam skenario terburuk, penurunan berat badan yang cepat bisa membuat seseorang ketagihan, bahkan mengalami perilaku kelainan makan.

Waller kerap mendiagnosis sejumlah orang yang mengalami anoreksia atipikal. Gangguan makan akibat rasa takut berlebihan terhadap peningkatan bobot tubuh itu berbarengan dengan distorsi mental, namun tanpa kekurangan berat badan secara klinis.

Mengendalikan berat badan atau mempertahankan bobot ideal memang diperlukan untuk menghindari obesitas dan berbagai penyakit penyerta. Meski begitu, alangkah baiknya mencapai tujuan itu tanpa kehilangan ketenangan pikiran.

Daripada melakukan berbagai diet instan, para ahli lebih menyarankan kesadaran untuk menerapkan gaya hidup sehat. Pilih bentuk olahraga yang menyenangkan, bergabung dengan teman-teman dengan tujuan serupa, atau carilah layanan spesialis.

"Berbagai risiko yang ada bisa ditekan jika dikelola dengan hati-hati, dengan dukungan jangka panjang dari ahli gizi atau dokter terkait pengendalian berat badan yang stabil, sehat, dan berkelanjutan," kata Waller, dikutip dari laman Patient, Selasa (14/1/2020).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar