Yamaha

Miris, Rokok Penyumbang Kedua Garis Kemiskinan

  Rabu, 15 Januari 2020   Suara.com
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Kemiskinan dilatari banyak faktor, namun fakta berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa rokok kretek filter menjadi salah satu komoditas yang berkontribusi terhadap masalah ekonomi tersebut.

Produk itu tercatat sebagai penyumbang kemiskinan sebesar 11,17% di area perkotaan dan 10,37% di perdesaan.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2019, rokok masuk jajaran untuk komponen makanan penyumbang garis kemiskinan. Komponen makanan yang berada di posisi pertama adalah beras yang memberikan sumbangan sebesar 20,35% di perkotaan dan 25,82% di perdesaan.

Selain itu posisi ketiga adalah telur ayam ras 4,44% di perkotaan dan 3,47% di perdesaan, dan selanjutnya daging ayam ras 4,07 di perkotaan dan 2,48% di perdesaan.

"Rokok kretek filter menjadi (kontributor) terbesar kedua terhadap garis kemiskinan," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Kemudian disusul mie instan sebesar 2,32% di perkotaan dan 2,16% di perdesaan, gula pasir 1,99% di perkotaan dan 2,78% di perdesaan hingga kopi bubuk dan instan 1,87% di perkotaan dan 1,88% di perdesaan.

Sedangkan komponen bukan makanan penyumbang garis kemiskinan terbesar baik di perkotaan dan perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi.

BPS menilai peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan bukan makanan terhadap garis kemiskinan yakni mencapai 73,75%. Menurut BPS, garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan nonmakanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.

Dengan kata lain, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan pada September 2019 sebesar Rp440.538 per kapita per bulan atau naik 7,27% dibandingkan periode sama tahun 2018.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar