Yamaha

Kehadiran Tajug Gede Cilodong Sirnakan Kesan Negatif Cilodong

  Kamis, 16 Januari 2020   Dede Nurhasanudin
Tajug Gede Cilodong Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

BUNGURSARI, AYOPURWAKARTA.COM -- Cilodong adalah sebuah tempat yang berada di perbatasan Purwakarta dan Karawang. Dulu, tempat itu dikenal sebagai lokasi transaksi "esek-esek". Sejumlah warung yang penerangannya hanya menggunakan lilin, diduga menjajakan PSK kala itu.

Seiring berjalannya waktu, warung remang-remang di sepanjang jalur itu pun berangsur hilang ditertibkan Pemkab Purwakarta. Kini, wilayah Kecamatan Bungursari itu disulap menjadi destinasi wisata religi lewat Tajug Gede Cilodong yang dibuat dan ditata dengan indahnya.

Tajug Gede Cilodong menjadi ikon baru di Purwakarta. Keindahan taman-taman menambah kecantikan tajug. Apalagi saat ini telah hadir Taman Air Mancur Welas Asih di kawasan tajug sehingga jadi magnet baru untuk kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini.

Sejak diresmikan pada akhir 2019, banyak kalangan memanfaatkan lokasi ini untuk beribadah sekaligus berwisata.

"Alhamdulillah, yang biasanya jamaah salat magrib hanya 10 orang, sekarang safnya jadi penuh," ujar penggagas Tajug Gede Cilodong, Dedi Mulyadi, belum lama ini.

Dedi menjelaskan, penataan kawasan Tajug Gede Cilodong tidak saja difokuskan pada fungsi tempat peribadahan besar. Tapi, didorong juga terhadap nilai konservasi, edukasi, budaya, pertanian hingga rekreasi.

"Lokasi ini menjadi kawasan serba guna. Di depan, kita punya Masjid besar berikut ruang pertemuan. Di belakangnya, kita bangun kawasan hijau, taman dan sarana edukasi pertanian dan budaya. Di bagian depan, kita juga bangun taman indah berikut air mancurnya," ujar Dedi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar