Yamaha

Pengajuan Pembuatan Akta Kelahiran di Rumah Sakit Masih Minim

  Selasa, 28 Januari 2020   Dede Nurhasanudin
ilustrasi -- petugas menimbang berat badan anak di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Melati 12, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (1/3/2019). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

PURWAKARTAKOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Pengajuan pembuatan akta kelahiran di rumah sakit di Kabupaten Purwakarta masih minim. Seperti diketahui, masyarakat yang melahirkan di rumah sakit secara otomatis akan mendapat akta kelahiran.

Program percepatan pelayanan tersebut diluncurkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun sejauh ini baru tiga rumah sakit yang telah bekerja sama, yaitu Rumah Sakit Bhakti Husada, RS Siloam, dan RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Kepala Disdukcapil Purwakarta Sulaiman Wilman mengatakan, dalam sehari pihaknya biasa mencetak rata-rata 12 akta kelahiran. Namun akta dapat diberikan jika tiga hari setelah melahirkan, karena harus diproses terlebih dahulu.

"Saat check-up akta kelahiran diberikan kepada pasien," ungkap dia, Selasa (28/1/2020).

Terakhir, Disdukcapil telah melakukan kerja sama dengan RS Siloam pada Kamis 26 Desember 2019, Wilman menyebut belum banyak pembuat akte kelahiran di RS Siloam.

Menurutnya, mungkin masyarakat belum siap ketika dimintai persyaratan sebagai penunjang pembuatan akta kelahiran.

"Program ini di RS Siloam sudah berjalan sejak kerja sama dilakukan. Kalau yang di Bayu Asih lebih pada pemanfaatan," kata Wilman.

Selain itu, Wilman juga berkomitmen akan bekerja sama dengan rumah sakit lain, termasuk klinik rumah bersalin. Sehingga di mana pun persalinan dilakukan akta kelahiran dapat diproses.

"Kerja sama akan terus kami lakukan, tapi secara bertahap, hingga saat ini baru tiga rumah sakit," ujar dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar