Yamaha

Sejak Virus Corona Muncul, Indonesia Kehilangan Pendapatan Hingga Rp2,7 Triliun

  Senin, 10 Februari 2020   Dede Nurhasanudin
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani memberikan sambutan pada acara musyawarah nasional XVII 2020 di Resinda Hotel Karawang, Senin (10/2/2020). (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

KARAWANG, AYOPURWAKARTA.COM -- Pemerintah telah optimalkan upaya pencegahan virus corona di Indonesia, di antaranya dengan melakukan penggunaan termal scanner di bandara dan pintu masuk wisatawan mancanegara.

AYO BACA : Wapres Jelaskan Langkah Pemerintah Atasi Penyebaran Virus Corona

Disamping itu, dilakukan upaya itu dilakukan di rumah sakit dan tempat pelayanan kesehatan lainnya, serta penghentian penerbangan ke Tiongkok per 5 Februari 2020. Namun, upaya pencegahan itu ternyata berdampak terhadap penurunan jumlah kunjungan di Indonesia sejak muculnya isu virus corona.

AYO BACA : Soal Pariwisata, Ini Kata Gubernur Jabar

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menyebut, Indonesia mengalami potensi kehilangan pendapatan sebesar 200 juta US Dolar atau setara Rp2,7 triliun akibat 3.000 warga Tiongkok atau China per harinya batal ke Indonesia.

"Selama Januari sampai Februari atau imlek ini, Indonesia alami potensi kehilangan Rp2,7 triliun yang seharusnya masuk jadi pendapatan negara karena warga Tiongkok per hari biasa masuk ke Indonesia 3 ribu per harinya," ujarnya dalam kegiatan Munas PHRI di Karawang, Senin (10/2/2020).

Dia mengatakan, diakui atau tidak, kondisi ini tentu menjadi suatu kerugian cukup besar bagi negara. Meski begitu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena hal itu telah menjadi keputusan pemerintah.

"Kami akan tetap melakukan terobosan baru dalam meningkatkan jumlah angka wisatawan," kata dia.

AYO BACA : PHRI Berharap Pemerintah Aktifkan Kembali BPPI

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar