Yamaha

Virus Corona Dinilai Tak Pengaruhi Wisata Purwakarta

  Selasa, 11 Februari 2020   Dede Nurhasanudin
Para pengunjung memadati kolam renang busa di objek wisata Pusaka Water, Selasa (20/11/2018). (Arditya Pramono/Ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) diketahui negara kehilangan pendapatan sebesar Rp2,7 triliun akibat 3.000 warga Tiongkok per harinya batal ke Indonesia sejak adanya wabah virus corona.

Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta Irfan Suryana menyebut, penurunan wisatawan mancanegara itu tidak begitu signifikan karena data tersebut skala nasional.

"Saya rasa penurunan wisatawan mancanegara tidak terlalu terasa karena itu kan skala nasional," ungkap dia, Selasa (11/2/2020).

Menurutnya, destinasi wisata di Purwakarta telah berhasil menyedot perhatian wisatawan mancanegara. Umumnya mereka menyukai wisata ekstreme semisal panjat tebing di Badega Gunung Parang dan wisata edukasi semisal Kampung Tajur Kiarapedes.

AYO BACA : Sejak Virus Corona Muncul, Indonesia Kehilangan Pendapatan Hingga Rp2,7 Triliun

"Tapi jika ditanya soal berapa besar pengaruhnya dari penurunan wisatawan mancanegara di Purwakarta, saya rasa tidak terlalu signifikan," ujar dia.

Ragam destinasi wisata telah hadir di Purwakarta seperti wahana air, wisata alam hingga wisata edukasi keseharian masyarakat yang masih mempertahankan lokalitas.

Irfan menambahkan, ribuan wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata Purwakarta masih sebagian besar didominasi masyarakat lokal dalam maupun luar kota.

"Atas dasar itu penurunan wisatawan mancanegara tidak terlalu terasa di Purwakarta," kata Irfan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar