Yamaha

Pengidap HIV/AIDS di Bandung Barat Terus Bertambah

  Jumat, 14 Februari 2020   Tri Junari
Ilustrasi -- Petugas mengambil darah seorang warga saat pemeriksaan HIV gratis di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (30/11/2019). Pemeriksaan HIV gratis tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG BARAT, AYOPURWAKARTA.COM -- Sebanyak 10 orang warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinyatakan positif terkena penyakit HIV.  Data tersebut berdasarkan hasil laporan dari Puskesmas di wilayah KBB per Oktober-Desember 2019.

Pengelola Program HIV pada Komisioner Penanggulangan AIDS (KPA) KBB, Anzhar Ismail mengatakan jumlah itu menambah deretan daftar Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi 399 orang

"10 kasus itu temuan di bulan Oktober,  November dan Desember,  hasil dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Puskesmas-puskemas," kata Anzhar di Ngamprah, Jumat (14/2/2020)

Dia menyebut temuan 10 orang penderita HIV AIDS itu berasal dari berbagai kalangan dan profesi yang tersebar di wilayah KBB. Mulai dari pelajar,  IRT (Ibu rumah tangga) dan pekerja seks komersial.

"Mereka terdeteksi saat melakukan pemeriksaan di Puskesmas, dan melakukan pengobatan di Rumah Sakit. Pihak puskesmas pun mendata dan melaporkan temuan ini ke KPA," ujarnya.

Anzhar menjelaskan banyak pasien  HIV AIDS yang berhenti mengkonsumsi obat. Hal itu menjadi kendala serius dalam menjalani masa penyembuhan pasien.

"Mungkin karena mereka sudah merasa sehat dan sembuh,  jadi mereka berhenti mengkonsumsi obat nya. Padahal,  jika obat itu terus dikonsumsi bisa mencegah virus HIV untuk berkembang biak dalam tubuh," jelasnya.

Adapun penemuan kasus dari tahun ketahun menunjukan peningkatan. Penularan kasus HIV terbanyak berdasarkan kelompok resiko, yakni pada pengguna Jarum Suntik 9% (turun 2-3 %) dan Heteroseksual 53% (naik 2-3 %).

Sementara, kasus HIV pada Ibu Rumah Tangga 14 %, dengan penemuan kasus baru rata-rata 50 orang per tahun.

“Jika berdasarkan kelompok usia penularan banyak terjadi pada kelompok umur 21 – 29 th (52 %). Peningkatan jumlah penemuan kasus di komunitas LSL (Laki Seks Laki). Status Epidemi HIV di KBB termasuk pada wilayah dengan epidemi terkonsentrasi artinya masih banyak ditemukan di populasi kunci,"ungkapnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar