Yamaha

Dampak Covid-19, Okupansi Hotel di Kota Kembang Tidak Lebih dari 50 Persen

  Rabu, 04 Maret 2020   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi hotel. (Marten Bjork/unsplash)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COMĀ -- Pascapengumuman Jawa Barat siaga 1 Covid-19 , puluhan hotel berbintang di Kota Bandung mengalami penurunan okupansi. Penurunan tersebut telah terjadi sejak Februari 2020 dan semakin menemui puncaknya selepas pengumuman siaga 1.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Riung Priangan Fery Ferdiansyah. Asosiasi yang membawahi 75 hotel berbintang se-Kota Bandung tersebut mengatakan bahwa saat ini tidak ada hotel berbintang di Kota Bandung yang okupansinya melebihI 50%.

"Bandung itu kan ibukotanya Jawa Barat. Setelah pengumuman siaaga 1 itu dampak langsungnya sudah terasa, okupansi hotel mulai drop sejak statement itu turun," ungkapnya ketika ditemui di Swiss Bell Hotel Bandung, Rabu (3/3/2020).

"Ada yang (okupansi) nya di bawah 10%, 20%, intinya tidak ada yang sampai ke 50%, sama sekali enggak ada. Drop semua," tambahnya.

Dia mengatakan, bila dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun lalu, okupansi hotel di Februari-Maret ini menurun drastis. Biasanya, di bulan-bulan awal okupasi hotel di Kota Bandung rata-rata berada di atas 50%.

"Maret tahun kemarn bagus, rata-rata bisa 50% sampai 55%," ungkapnya.

Okupansi yang turun tersebut, dia mengatakan juga dipicu oleh berbagai agenda besar yang kerap dihelat oleh berbagai instansi di hotel-hotel yang dibatalkan. Sejumlah tamu pun disebut tercatat membatalkan pesanan kamar mereka.

"Ada yang cancel, masing-masing hotel punya data-nya tapi yang saya lihat masih (tamu) dalam negeri. Event yang dicancel setelah Jabar siaga 1 juga ada. Kegiatan besar sekarang sama sekali enggak ada, padahal biasanya Maret ramai acara dari kementerian-kementrian," ungkapnya.

Untuk itu, dia mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dan Dinas Kesehatan Kota Bandung akan menggelar kampanye "Bandung is Safe Euy". Tujuannya adalah untuk membentuk citra Kota Bandung di mata wisatawan bawa kota ini aman dikunjungi.

Selain itu, dia megatakn masing-masing hotel saat ini rata-rata juga telah memiliki SOP khusus terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah melalui penyediaan hand sanitizer di berbagai titik hotel.

"Banyak hotel yang suda menyediakan hand sanitizer di beberapa titik mulai dari pintu masuk. Ada juga yang menyiapkan alat pengukur suhu tubuh bagi tamu," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar