Yamaha

Memahami Maksud Lockdown, Corona, dan Social Distancing

  Rabu, 18 Maret 2020   Rahim Asyik
Ilustrasi -- pemakaian masker untuk mencegah penyebaran virus corona. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Apa bahasa Indonesianya lockdown? Apa pula social distancing, work from home, dan apakah kata Corona bisa diindonesiakan jadi Korona? Pertanyaan itu saat ini banyak ditanyakan orang.

Menurut wikipediawan pencinta bahasa Indonesia Ivan Lanin frasa work from home bisa dipadankan dengan kerja dari rumah. Sementara lockdown, ada orang yang memadankannya dengan kuncitara. Kuncitara ini merupakan gabungan dari kata kunci dengan sementara.

Padahal lockdown ini sudah ada padanannya, yakni karantina wilayah. Istilah karantina wilayah ini sebetulnya sudah dipakai dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Lalu bagaimana dengan social distancing? Dalam akun Twitternya, @ivanlanin memadankan social distancing dengan pembatasan sosial. Ada pula yang mengusulkan penjarakkan sosial atau penjauhan sosial. Yang mana yang lebih berterima, terserah masyarakat.

Yang sebetulnya juga sudah lazim, coronavirus juga bisa diserap jadi virus korona.

weyh3y321y6

Selain pengindonesiaan istilah-istilah asing itu, yang juga perlu dipahami adalah istilah dan pengertian lainnya yang berkaitan dengan karantina dan penyakit menular. Dalam UU No 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang disahkan Presiden Joko Widodo tanggal 7 Agustus 2018, disebutkan bahwa karantina adalah pembatasan kegiatan dan/atau pemisahan seseorang yang terpapar penyakit menular.

Karantina terdiri dari karantina rumah, karantina rumah sakit, dan karantina wilayah. Yang dimaksud dengan karantina rumah adalah pembatasan penghuni dalam suatu rumah beserta isinya yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.

Karantina rumah ini memiliki beberapa ketentuan menarik. Dalam Pasal 50, 51, dan 52 UU ini disebutkan, karantina rumah dilaksanakan pada situasi ditemukannya kasus kedaruratan kesehatan masyarakat yang terjadi hanya di dalam satu rumah. Sementara pasiennya dirujuk ke rumah sakit yang memiliki kemampuan menangani kasus.

Bagaimana dengan penghuni lain rumah itu? Penghuni rumah yang dikarantina selain kasus, dilarang keluar rumah selama waktu yang telah ditetapkan oleh pejabat karantina kesehatan. Selama penyelenggaraan karantina rumah, kebutuhan hidup dasar bagi orang dan makanan hewan ternak yang berada dalam karantina rumah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dengan melibatkan pemerintah daerah setempat.

Lalu apa pengertian karantina wilayah yang oleh Ivan Lanin dipadankan dengan lockdown sudah tepat? Karantina wilayah adalah pembatasan penduduk dalam suatu wilayah termasuk wilayah pintu masuk beserta isinya yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.

Ketentuan mengenai karantina wilayah dijelaskan dalam Pasal 53, 54, dan 55 UU No 6/2018 sebagai berikut. Karantina wilayah dilaksanakan kepada seluruh anggota masyarakat di suatu wilayah apabila dari hasil konfirmasi laboratorium sudah terjadi penyebaran penyakit antaranggota masyarakat di wilayah tersebut.

Wilayah yang dikarantina diberi garis karantina dan dijaga terus menerus oleh pejabat karantina kesehatan dan polisi yang berada di luar wilayah karantina. Sementara itu, mereka yang dikarantina tak boleh keluar masuk wilayah karantina. Selama masa karantina wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dengan melibatkan pemerintah daerah setempat.

Melihat pasal-pasal dalam UU No 6/2018 itu, pengertian lockdown bisa masuk dalam karantina wilayah atau sebetulnya bisa juga ke dalam pembatasan sosial berskala besar. Pembatasan sosial berskala besar adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.

Pembatasan sosial berskala besar ini bertujuan untukĀ  mencegah meluasnya penyebaran penyakit. Pembatasan sosial berskala besar ini meliputi: (a) peliburan sekolah dan tempat kerja; (b) pembatasan kegiatan keagamaan; dan/atau (c) pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

Masih dalam UU yang sama, terpapar dan terjangkit juga dibedakan. Terjangkit adalah kondisi seseorang yang menderita penyakit yang dapat menjadi sumber penular penyakit yang berpotensi menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat. Sementara terpapar adalah kondisi orang, barang, atau alat angkut yang terpajan, terkontaminasi, dalam masa inkubasi, insektasi, pestasi, ratisasi, termasuk kimia dan radiasi.

Sedangkan yang dimaksud dengan kedaruratan kesehatan masyarakat adalah kejadian kesehatan masyarakat yang bersifat luar biasa dengan ditandai penyebaran penyakit menular dan/atau kejadian yang disebabkan oleh radiasi nuklir, pencemaran biologi, kontaminasi kimia, bioterorisme, dan pangan yang menimbulkan bahaya kesehatan dan berpotensi menyebar lintas wilayah atau lintas negara.

Catatan Redaksi:

Bila Anda merasakan gejala awal Covid-19, untuk memastikan atau mengetahui informasi seputar virus ini, akses nomor hotline Dinas Kesehatan Jabar di 0811-2093-306 atau Emergency Kesehatan: 119.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar