Yamaha

Antisipasi Covid-19, KBB Segera Buat Edaran Penutupan Wisata Lembang

  Rabu, 18 Maret 2020   Tri Junari
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna pada acara panggung IJTI Sangkuriang di Gedung Bupati, Mekarsari, Ngamprah, KBB, Rabu (18/3/2020). (Ayobandung.com/Tri Junari)

BANDUNG BARAT, AYOPURWAKARTA.COM -- Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna meminta seluruh obyek wisata di Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menutup aktivitas wisata setidaknya 2 pekan kedepan.

Saat ini tercatat ada 36 orang Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di KBB. Untuk mencegah bertambahnya paparan virus ini aktivitas wisata harus dihentikan.

"Saya meminta obyek wisata tutup dulu mulai besok. memang ada resiko kerugian, tetapi ini langkah yang tepat sebelum kondisi membaik," ucap Bupati pada acara panggung IJTI Sangkuriang di Gedung Bupati, Mekarsari, Ngamprah, KBB, Rabu (18/3/2020).

Menurutnya, penutupan akan berdampak pada pendapatan pengelola 33 obyek wisata besar di Lembang. Bupati juga berharap pengelola tetap membayar gaji karyawan meski mereka dirumahkan.

"Tentu ini bagian dari resiko pengelola, tapi saya tahu jika selama ini mereka juga sudah dapat untung. Wajar lah dengan kondisi luar biasa ini pengelola merugi, karyawan juga harus tetap digaji. Namun kita berharap semua cepat membaik dan pada liburan lebaran kunjungan kembali normal dan pengusaha wisata kembali untung," katanya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sri Dustirawati menambahkan, dirinya akan segera menindak lanjuti arahan Bupati dengan menyiapkan surat edaran.

Hari ini tercatat ada 33 obyek wisata besar yang masih beroperasi, meski angka kunjungan turun hingga 30% pengelola masih tetap membuka kunjungan.

"Sekarang sih belum tutup, mungkin setelah surat edaran mulai besok tutup. Disamping itu sebelum ada arahan pak Bupati beberapa obyek wisata seperti Farmhouse, The Great Asia Africa, Floating Market dan Grafika Cikole sudah berinisiatif menutup," sebutnya.

Penutupan ini, lanjut dia, diprediksi akan diterapkan dalam 14 hari kedepan sesuai batas awal, Hal itu didasari pada kebijakan pemerintah pusat dan provinsi Jawa Barat.

"Beberapa obyek wisata memang ada yang mengeluh jika ditutup, karena mereka punya karyawan yang gajinya tetap harus dibayar. Tetapi, kita coba komunikasikan agar mereka juga faham potensi ancaman jika terus dibuka," tandasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar