Yamaha

Produksi Manggis di Purwakarta Diprediksi Bertambah

  Sabtu, 04 April 2020   Dede Nurhasanudin

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Hasil produksi buah manggis di Kabupaten Purwakarta akan bertambah dari sebelumnya.

Sebab kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk pengembangan perkebunan buah manggis.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Agus R Suherlan mengatakan, dengan adanya bantuan itu akan menambah jumlah lahan termasuk pohon manggis di Purwakarta.

Artinya hasil produksi buah manggis yang dihasilkan otomatis akan bertambah dari sebelumnya.

"Bantuan sekarang kita arahkan ekstentifikasi. Saat ini ada 1.400 hektare, kita akan tambahkan 140 hektare,” kata Agus, Sabtu (4/4/2020).

Menurutnya, jumlah penambahan 140 hektare berlokasi di Kecamatan Wanayasa dan Kiarapedes. Di dua wilayah itu banyak lahan potensial untuk pengembangan buah manggis.

"Kita akan tambah di sana, satu hektare lahan bisa ditanami 1000 pohon manggis. Dengan rencana tambahan 140 hektare lahan untuk pengembangan kebun manggis, maka akan bertambah 140 ribu pohon manggis nantinya," ujar dia.

Tidak hanya di lahan milik pemerintah, ekstentifikasi kebun manggis ini juga bisa diberikan sebagai bantuan ke petani.

Karena masih banyak petani yang memiliki kebun manggis namun belum difokuskan untuk dirawat dengan baik.

Selain itu, saat ini banyak kebun manggis yang juga dalam kondisi membutuhkan perawatan ulang. Sekitar 40% dari 1.500 hektare luas area kebun manggis yang ada saat ini membutuhkan recovery.

Dia mendorong petani dapat meregistrasi perkebunannya agar bisa bermitra rengan eksportir.

Dengan begitu petani bisa berkesempatan mendapatkan harga jual lebih tinggi karena akan dijual ke pasar ekspor.

“Kita mendorong satu peningkatan budidaya dan peningkatan pasca panen juga tata niaga sehingga meskipun tidak diekspor tapi harganya bisa bagus juga di pasar dalam negeri. Kita dorong juga petani bermitra dengan eksportir, karena kalau dari petani ke pengepul jelas jauh harganya,” kata Agus.

Dia menambahkan wabah virus corona saat ini memang berdampak pada terhambatnya ekspor buah manggis ke berbagai negara.

Meski demikian, dia tetap mendorong buah manggis dipasarkan di pasar nasional sebagai upaya mengenalkan manggis kualitas ekspor ke warga.

"Kita maksimalkan pemasaran di wilayah sendiri," ujar Agus.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar