Yamaha

Covid-19 Membuat Lesu Transportasi Umum di Jabodetabek

  Senin, 20 April 2020   Khoirur Rozi
ilustrasi jalan lengang. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Pengguna angkutan umum di wilayah Jabodetabek menurun selama wabah Covid-19. Bahkan penurunan sudah terjadi sebelum pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana B. Pramesti mengatakan, pembatasan angkutan umum sangat berdampak terhadap penurunan jumlah penumpang. Misalnya, kata dia, penumpang Transjakarta turun signifikan hingga 15 April, yakni hanya 83 ribu orang per hari.

"Padahal dalam kondisi normal pada Januari 2020 jumlah penumpang mencapai lebih kurang 840 ribu orang per hari. Penurunan bahkan sudah dimulai sejak Maret yaitu rata-rata 550 ribu orang per hari atau turun 34,52% dibandingkan jumlah penumpang normal pada bulan Januari 2020," kata Polana, Senin (20/4/2020).

Selain itu, penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) juga menurun. Dalam situasi normal, yakni pada Januari 2020, MRT dalam sehari mengangkut penumpang sebanyak 85 ribu orang. Namun pada Maret 2020, penumpang MRT hanya 45 ribu orang per hari atau turun 47,05%. Bahkan penurunan drastis terjadi selama periode April hingga tanggal 15. Tercatat MRT mengangkut 5 ribu orang per hari.

"Data terakhir tercatat pada bulan April sampai dengan tanggal 15 hanya berkisar 5 ribu penumpang per hari, atau turun sebesar 94,11% dibanding Januari 2020," ujar Polana.

Penurunan juga terjadi pada layanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line. Pada Januari 2020 lalu, KRL mampu melayani kurang lebih 859 ribu orang per hari. Penurunan sebesar 30,38% terjadi pada Maret. KRL hanya mengangkut 598 ribu orang perhari.

"Adapun untuk bulan April 2020 sampai dengan tanggal 15, terjadi penurunan penumpang KRL yaitu hanya sebanyak 183 ribu orang per hari atau turun 78,69% dibanding kondisi normal Januari 2020," katanya.

Selanjutnya, untuk light rapid transit (LRT), dalam kondisi normal mampu melayani 3.800 orang per hari. Namun pada Maret 2020 hanya mampu membawa 2.000 orang per hari. Angka itu menurun selama periode April hingga tanggal 15. LRT hanya mengangkut 264 orang per hari atau turun 93,05% dibanding kondisi normal Januari 2020.

Polana menambahkan, meskipun belum ada data pasti pengguna transportasi umum di luar Jakarta, namun dia memastikan angkanya menurun. Dia merujuk pada pemantauan di sejumlah wilayah Jabodetabek.

“Dalam beberapa waktu terakhir kami sangat intensif melakukan rapat koordinasi dengan dishub se-Jabodetabek, dan hasil pantauan lapangan mereka, pengguna angkutan umum cenderung menurun," imbuhnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar