Yamaha

Menengok Proses Produksi Kolang Kaling di Purwakarta

  Jumat, 08 Mei 2020   Dede Nurhasanudin
Sapei dan rekan mengolah buah aren menjadi kolang kaling. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

SUKATANI, AYOPURWAKARTA.COM -- Salah satu makanan yang banyak dicari pada bulan ramadan adalah kolang kaling.

Biasanya kolang kaling menjadi menu tambahan pada es campur atau dijadikan kolak sebagai menu mengawali buka puasa selain kurma.

Kolang-kaling adalah daging buah aren yang berbentuk lonjong, berwarna putih bening, dan terasa kenyal saat dikunyah.

Tahukah Anda, sebelum siap dimakan kolang kaling melewati beberapa tahapan yang tentunya memakan waktu cukup lama.

Sapei (47), salah satu petani kolang kaling di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta mengatakan, awalnya setelah buah aren yang telah diambil dari pohonnya kemudian satu persatu dilepas dari tangkainya.

Kemudian direbus di air mendidih selama 3-5 jam sampai kulitnya berwarna kecoklatan menandakan siap masuk ke tahap berikutnya.

"Direbus tujuannya selain menghilangkan getah juga untuk memudahkan memisahkan kolang kaling dari kulitnya," kata dia, Jumat (8/5/2020).

Bila sudah dingin, kepala buah aren kemudian dipotong untuk memudahkan pemipihan.

Sapei mengaku lebih memilih mengeluarkan kolang kaling dari kulitnya dengan cara dijepit menggunakan kayu atau bambu yang telah dimodifikasi. Satu buah aren dapat menghasilkan 3-4 biji kolang kaling.

"Dijepit lebih mudah dan cepat jika dibandingkan dengan dibelah," ujar dia.

Kolang-kaling kemudian direndam dalam air selama 1-2 hari untuk menghasilkan hasil lebih sempurna.

"Bukan untuk membersihkan saja, proses perendaman juga untuk menghasilkan ukuran kolang kaling lebih besar," kata Sapei.

Jika proses tahapan itu sudah dilewati maka kolang kaling siap dijual. Sapei pun menjual kolang kaling Rp10.000 per kilogram.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar