Yamaha

Lusa, MUI Rencana Umumkan Fatwa Salat Idulfitri saat Pandemi

  Rabu, 13 Mei 2020   Republika.co.id
ilustrasi salat idulfitri. (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang menyiapkan fatwa tentang tata cara pelaksanaan salat Idulfitri di tengah pandemi Covid-19. Fatwa ini berisi diperkirakan bakal selesai pada lusa.

"Tadi baru rapat awal, drafnya dibahas, sore ini lagi dikaji oleh anggota komisi fatwa. Intinya tata cara salat Id dalam kondisi Covid-19. Mungkin besok lusa akan keluar," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Prof. Dr. Hasanuddin Abdul Fatah, kepada Republika.co.id, Rabu (13/5/2020).

Hasanuddin menjelaskan, panduan tersebut di antaranya soal bagaimana salat Id di rumah, masjid, dan lapangan. "Dan kalau ada khutbahnya itu bagaimana. Jamaahnya seperti apa, jadi seputar itu saja," tutur dia.

Fatwa yang sedang digodok itu, lanjut Hasanuddin, bukan untuk mendorong umat Muslim agar menggelar salat Id di rumah atau tempat lainnya. Sebab, ketentuan tata cara ibadah saat Covid-19 sudah dijelaskan dalam Fatwa nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadinya wabah covid-19.

"Kalau soal dorongan-dorongan itu sesuai fatwa MUI sebelumnya saja (nomor 14) yang intinya menjaga agar tidak terjadi kerumunan. Kalau daerahnya zona hijau, itu silakan saja (salat Id) tetapi harus tetap menjaga protokol kesehatan, jaga jarak, dan tidak di tempat tertutup, di luar, tidak di rumah," tutur dia.

Sementara kalau daerahnya telah termasuk zona merah, kata Hasanuddin, maka sudah seharusnya salat Id di rumah. Dia menjelaskan, hukum salat Idulfitri adalah sunnah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan. Salat Idulfitri bisa dilakukan secara sendiri atau berjamaah.

Jika berjamaah, terang Hasanuddin, maka minimal jamaahnya adalah empat orang, yakni satu imam dan tiga makmum. Tidak ada khutbah pun tidak masalah dan tetap sah karena khutbah dalam salat Id itu bukan rukun. Berbeda dengan salat Jumat yang salah satu rukunnya adalah khutbah.

"Jadi kalau di rumah jumlah orangnya kurang dari empat orang, ya itu sendiri-sendiri saja. Kalau ada empat orang atau lebih, ya berjamaah. Dan kalau ada yang bisa berkhutbah (di dalam rumah), silakan," tutur dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar