Yamaha

PJT II Jatiluhur Siapkan Antisipasi Skenario The New Normal

  Kamis, 21 Mei 2020   Dede Nurhasanudin
Petugas PJT II Jatiluhur mengkampanyekan agar warga tetap berada di rumah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur telah menyiapkan protokol khusus untuk mengantisipasi skenario The New Normal di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Utama Jasa Tirta II U Saefudin Noer mengatakan, skenario The New Normal diterapkan merupakan arahan dari Menteri BUMN Erik Tohir.

Skenario The New Normal diterapkan untuk melindungi dan mencegah penyebaran Covid-19 bagi karyawan, pelanggan, dan pemangku kepentingan lain.

"Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di lingkungan PJT II telah dibentuk sejak  14 April 2020 dan sudah melakukan berbagai upaya pencegahan seperti pemberlakukan sistem work from home, penyemprotan desinfektan, penutupan Kawasan Wisata Jatiluhur, larangan mudik, membuka layanan hotline, pelaksanaan rapid test dan dan penyaluran bantuan pencegahan Covid-19 di lingkungan sekitar perusahaan," kata dia, Rabu (21/5/2020).

Ia mengklaim, selama masa pandemi PJT II sebagai BUMN pengelola sumber daya air tetap melaksanakan operasional pengusahaan dan pengelolaan SDA secara normal, dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat.

“Guna menjaga ketahanan pangan dan energi, untuk pekerjaan kritikal seperti pemberian air untuk irigasi, air baku dan pembangkitan PLTA kita tetap melaksanakan secara full operation. Tentu dengan tetap memperhatikan kesehatan, keselamatan dan keamanan karyawan,” ujarnya.

Menghadapi skenario The New Normal, Jasa Tirta II siap mendukung upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap melaksanakan pengusahaan dan pengelolaan sumber daya air, perlahan membuka kawasan Wisata Jatiluhur, Water dan Renewable Energy Learning Center, dan pelaksanaan Work From Office dengan protokol kesehatan yang ketat.

Namun demikian, dia mengatakan, implementasi protokol The New Normal menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi/kabupaten/kota sesuai kondisi setempat.

Antisipasi skenario The New Normal baru akan diajukan ke Kementerian BUMN tanggal 25 Mei 2020.

“Protokol The New Normal BUMN memperhatikan penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan menunggu keputusan pemerintah. Belum ada tanggal pasti pemberlakukan protokol ini, baik mengenai kapan karyawan harus bekerja dari kantor dan kriteria siapa saja yang harus bekerja dari kantor,” ucap dia.

Yang jelas, dia menegaskan, selama pandemi Covid-19, operasional pelayanan kepada pemanfaat sumber daya air masih berjalan normal karena untuk pemberian air irigasi guna menjaga ketahanan pangan dan energi nasional.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar