Yamaha

Hasil Perajin Miniatur Perahu Asal Purwakarta Tembus Pasar Mancanegara

  Jumat, 26 Juni 2020   Dede Nurhasanudin

JATILUHUR, AYOPURWAKARTA.COM -- Seorang pria berusia 48 tahun memiliki keterampilan yang tak bisa diragukan lagi. Dari tangan dinginnya, limbah bongkahan kayu disulap menjadi sebuah karya seni memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pria itu adalah Arifin, seorang perajin miniatur perahu pinisi sejak belasan tahun lalu.

Arifin biasa membuat karya seni itu di rumahnya berlokasi di Perumahan PJT II Jatiluhur Blok D Nomor 45, Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

"Saya menekuni karya seni ini sejak 14 tahun lalu," kata dia, Jumat (26/7/2020).

Arifin biasa membuat miniatur perahu pinisi dengan alat seadanya seperti gunting, kertas, lem, kayu dan alat penunjang lainnya.

Jika semua perlengkapan sudah tersedia kemudian Arifin mulai merancang diawali dengan membuat pola dari bahan kertas, kemudian digunting.

Pola yang telah ditentukan kemudian di simpan di atas kayu jati sebagai bahan baku utama, kemudian dibentuk sesuai kebutuhan yang telah ditentukan sebelumnya.

Arifin biasa membuat beragam jenis perahu seperti perahu rakyat, perahu kerajaan, perahu perang hingga perahu khas Indonesia dan Eropa.

"Pinisi yang saya buat berbahan baku kayu jati, tapi jatinya yang sudah lama, alasannya karena kadar airnya sedikit jadi lebih mudah untuk dibentuk," ujar Arifin.

Ia mengaku mahir membuat miniatur perahu pinisi secara autodidak atau belajar sendiri. Awalnya hanya mencoba membuat perahu namun banyak warga yang menyukai hasil karya seninya.

"Sejak dari situ saya menekuni membuat miniatur perahu pinisi dengan serius. Awalnya saya biasa bengkel motor," kata dia bercerita.

Beragam jenis dan ukuran miniatur perahu pinisi dapat dibuat Arifin, mulai dari paling kecil berukuran 27 cm hingga berukuran besar 1 meter 30 cm.

"Kalau proses pembuatan tergantung ukuran, kalau ukuran kecil satu minggu dapat 4 sampai 5 buah pinisi, kalau berukuran besar sampai dua minggu, tapi tergantung tingkat kerumitannya juga," kata bapak anak tiga itu.

Untuk miniatur perahu berukuran kecil, Arifin mematok harga Rp200.000 sementara ukuran besar Rp5 juta.

"Saya pernah membuat pinisi berukuran 3 meter dengan harga jual Rp12 sampai Rp15 juta," ujar dia.

Hasil karya Arifin telah mendapat sejumlah penghargaan baik tingkat lokal maupun nasional. Maka tak heran jika pemasarannya tembus mancanegara.

"Pemasaran dalam dan luar kota juga ada seperti Jakarta bahkan ke Sumatera. ke luar negeri juga pernah satu kali yaitu ke Malaysia dan Cina," kata Arifin.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar