Yamaha

Cuci Tangan Adalah Penolong

  Selasa, 14 Juli 2020   Netizen
ilustrasi cuci tangan. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Munculnya wabah Covid-19 membawa banyak perubahan dalam tatatan hidup manusia dan melahirkan beberapa adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah penularan virus.

Di era new normal masyarakat harus berdamai dengan kehadiran virus oleh karena itu seharusnya masyarakat harus lebih memproteksi diri yaitu dengan menerapkan physical distancing atau dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah seperti halnya membangun kembali kebiasaan mencuci tangan saat new normal.

Berbagai preventif dilakukan pemerintah yakni mengimbau masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker ketika keluar rumah, selalu mencuci tangan, menjaga jarak minimal 1-2 meter, mengganti pakaian setelah keluar rumah dan membersihkan peralatan menggunakan disinfektan.

Tak cukup dengan menjalakan protokol kesehatan pemerintah pun melakukan pembatasan kegiatan seperti pembatasan pembelajaran di sekolah maupun universitas dan menggantinya dengan sistem pembelajaran jarak jauh (dalam jaringan), pembatasan perkumpulan berskala besar hingga menormalisasi segala kegiatan yang menghadirkan pertemuan individu dengan tetap menyediakan hand sanitizer atau tempat mencuci tangan.

Wastafel cuci tangan di tempat umum atau fasilitas publik harus menjadi kebutuhan mutlak saat ini. Namun sejak memasuki era new normal keadaan wastafel yang sudah disediakan kondisinya sangat mengkhawatirkan dan jauh dari kata bersih bahkan tidak dilengkapi oleh sabun.

Hal ini menjadi suatu hal yang ironi pasalnya kini jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin meningkat dengan jumlah puluhan ribu namun tingkat kewaspadaan masyarakat semakin berkurang. Apakah era new normal ini akan menjadi bom waktu suatu saat nanti?

Pentingnya keberadaan wastafel cuci tangan dan keterjagaan kebersihannya bisa membantu masyarakat untuk ingat dalam menjalankan protokol kesehatan terutama di ruang publik yang cenderung didatangi oleh orang banyak.

Tempat yang banyak berlalu-lalang masyarakat akan mempunyai resiko tinggi munculnya virus. Masyarakat yang heterogen dan berasal dari mana saja bisa membawa kecenderungan virus. Orang yang memiliki imun yang kuat biasanya tidak menunjukkan terkena virus tetapi bisa saja dia pembawa virus tersebut dan menularkannya kepada orang yang mempunyai imunitas yang lebih lemah.

Faktanya mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun adalah hal yang paling efektif dalam mencegah virus corona disamping penggunaan masker yang akan melindungi bagian wajah sebagai daerah vital akan rentannya penyebaran virus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan tenaga medis di seluruh dunia menyarankan kita untuk rajin mencuci tangan setidaknya selama 20-30 detik. Sabun umumnya memiliki kandungan amphipatic yakni membawa molekul yang saling melarutkan seperti gula dalam air dan yang tidak saling larut seperti minyak dan air.

Kemungkinan banyaknya penyakit bermulai dari kebersihan tangan. Dalam studi yang dipublikasikan di Wellcome Open Research, ahli meneliti 1.663 objek penelitiannya kemungkinan terinfeksi penyakit lebih kecil jika mereka mencuci tangan setidaknya enam kali sehari

Secara tidak sadar tangan kita bisa saja menyentuh benda yang terkontaminasi virus. Masa hidup virus Covid-19 berbeda-beda pada setiap permukaan seperti benda dari kaca bisa bertahan lima hari, benda dari kayu bisa bertahan empat hari, benda dari plastik dan baja tahan karat bisa bertahan tiga hari, benda dari karton bisa bertahan 24 jam dan benda dari tembaga bisa bertahan empat jam.

Partikel virus yang tidak kasat mata mengharuskan kita terus berhati-hati oleh karenanya mencuci tangan merupakan langkah dasar dari pencegahan virus corona.

Bila difungsikan dengan baik wastafel cuci tangan akan menjadi penolong sebagai bentuk mawas diri akan adanya virus yang sedang mewabah. Namun keberadaan nya yang makin tidak terawat membuat perspektif masyarakat untuk tetap santai di situasi saat ini.

Pasalnya mereka sudah menganggap kondisi sudah membaik ditambah dengan kejenuhan mereka. Pemerintah, lembaga atau perusahaan swasta maupun masyarakat sudah seharusnya saling berkerja sama untuk tetap menciptakan suasana yang kondusif agar dapat membantu negeri ini terbebas dari virus Covid-19.

Membuat tempat mencuci tangan tetap bersih dan terawat bisa jadi alternatif sebagai langkah awal untuk mencegah virus Covid-19. Pada kondisi seperti ini sudah seharusnya kita apalagi pemerintah untuk terus meluruskan perspektif masyarakat  bahwa negara kita belum sepenuhnya pulih dari ancaman virus dan bukan artinya bisa bersantai-santai dengan menghiraukan protokol kesehatan.

Setiap elemen masyarakat di saat seperti ini harus saling berkerja sama dalam membangun empati yakni untuk tetap saling mengingatkan dan tetap menjaga kebersihan bersama. Kondisi new normal membangun adaptasi kebiasaan baru untuk aware terhadap kebersihan dan kesehatan diri. Untuk itu menciptakan batasan-batasan untuk diri sendiri sangat diperlukan.

Mungkin Anda akan melihat tempat mencuci tangan adalah hal yang biasa bahkan sepele namun pada kondisi saat ini keadaan wastafel cuci tangan adalah suatu hal yang penting. Tetapi keberadaan tempat mencuci tangan tanpa kesadaran individu hanyalah aksesoris semata. Untuk itu mari kita jaga dan rawat kebersihan diri untuk mencegah penyakit termasuk virus Covid-19.

(Femi Yuniar/Mahasiswi Ilmu Komunikasi Jurnalistik, UIN Bandung)

Catatan Redaksi:
Artikel ini sudah ditayangkan Ayobandung.com dengan judul "Membangun Kembali Kesadaran Cuci Tangan Saat New Normal".

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar