Yamaha

Tahun Depan Warga Jabar Diprediksi Terima Vaksin Covid-19

  Rabu, 05 Agustus 2020   Erika Lia
ilustrasi vaksin. (Pixabay)

CIREBON, AYOPURWAKARTA.COM -- Vaksin Covid-19 diperkirakan diterima warga Jawa Barat per Januari-Februari 2021. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terdaftar sebagai salah satu relawan pengujian vaksin.

Gubernur yang akrab disapa Emil itu menyebut, dari 4 sumber vaksin, masing-masing asal Cina, Korea Selatan, Inggris, dan Indonesia, sejauh ini baru vaksin asal Cina yang dinyatakan paling siap.

"Yang paling siap (vaksin) dari Tiongkok (Cina)," ujarnya seusai rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon di Hotel Prima, Kota Cirebon, Rabu (5/8/2020).

Dia menjelaskan, syarat sebuah vaksin dapat digunakan harus melalui 3 kali uji. Uji pertama dilakukan di negara asal penghasil vaksin, sebelum kemudian uji berikutnya berturut-turut dilakukan di negara konsumen.

Vaksin asal Cina sudah lolos uji di negara asal dan kini tengah diuji di Indonesia sebagai negara konsumen. Vaksin yang diproduksi Biofarma itu akan menjalani serangkaian uji lanjutan di Indonesia hingga Desember 2020.

"Untuk vaksin dari Korea Selatan dan Inggris belum selesai uji pertamanya. Sementara yang lokal (vaksin Indonesia) masih lama," ujar Emil.

Bila uji vaksin asal Cina lancar, Januari-Februari mendatang warga Jabar ditaksir sudah dapat beroleh vaksin Covid-19. Dia meyakini, bila semua warga Jabar sudah memiliki kekuatan imunitas secara permanen dari vaksin tersebut, maka hidup normal pun dapat datang menjelang.

Menurutnya, pemberian vaksin kepada warga dibiayai negara. Saat ini, sebelum vaksin diberikan, uji vaksin masih dilakukan.

Emil sendiri menyatakan termasuk salah satu dari sekitar 160 relawan yang terdaftar di Bandung Raya untuk uji vaksin tersebut. Sebelum itu, dia memastikan tak memiliki penyakit bawaan.

"Saya harus periksa kesehatan dulu karena syarat relawan harus enggak ada penyakit bawaan. Covid-19 kan memperburuk penyakit bawaan," tuturnya.

Selain itu, syarat usia pun berlaku dengan jarak 20-59 tahun. Emil mengaku, keterlibatannya sebagai relawan merupakan upaya membangkitkan kepercayaan warga Jabar terhadap vaksin tersebut.

"Ini penting karena kalau pimpinannya mau dan yakin, rakyatnya juga akan yakin," tegasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar