Yamaha

Jabar Intensif Lakukan Pelacakan dan Tes Masif Tempat Kerja

  Rabu, 05 Agustus 2020   Republika.co.id
Ilustrasi: Petugas melakukan simulasi penanganan pasien Covid-19 di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (22/7/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengintensifkan pelacakan dan pengetesan Covid-19 di instansi pemerintahan dan perkantoran untuk mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja.

Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar yang juga Ketua DivisiĀ  Pelacakan, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Siska Gerfianti, selain memutus mata rantai, pelacakan dan pengetesan dilakukan untuk memetakan keberadaan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

"Tujuannya, kami ingin melihat bagaimana peta penyebaran Covid-19 dan untuk memutus rantai penularannya," ujar Siska, Rabu (5/8/2020).

Siska melaporkan, pada Selasa (4/8), Pemprov Jabar menggelar tes, baik rapid test maupun swab test dengan metode PCR, di sejumlah instansi pemerintahan dan perkantoran, yakni Kejati Jabar, TVRI Jabar, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar.

Kemudian, kata dia, swab test dengan metode PCR dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jabar bagi kontak erat terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ada juga instansi pemerintahan dan perkantoran di Jabar yang melakukan tes mandiri. Misalnya, kami hanya mengirim alat dan Alat Pelindung Diri (APD). Lalu, nanti ada beberapa tempat yang melakukan tes mandiri," katanya.

Sementara menurut Asisten Pembinaan Kejati Jabar Subeno, tes masif dilakukan untuk memastikan tidak ada SARS-CoV-2 beredar di Kejati Jabar sekaligus mencegah penyebaran Covid-19. Sekitar 350 pegawai Kejati Jabar ikut dalam tes tersebut.

"Atas nama pimpinan Kejati Jabar tentunya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Ridwan Kamil yang telah mengirimkan timnya untuk melakukan PCR seluruh pegawai Kejati Jabar," kata Subeno seraya mengatakan, ia juga ingin bersama-sama pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini. Salah satu caranya melakukan swab test ini.

Pelacakan dan pengetesan disertai dengan penguatan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan laboratorium. Pemprov Jabar, intens menginventarisasi pusat isolasi di luar rumah sakit guna menghadapi lonjakan kasus positif Covid-19 seiring konsistensi pengetesan.

Jumlah tempat tidur di pusat isolasi nonrumah sakit yang terhimpun di kabupaten/kota per tanggal 3 Agustus 2020 adalah 1.510 tempat tidur, sudah termasuk gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jabar. Tingkat keterisian pusat isolasi nonrumah sakit hanya 16,21 persen.

Selain itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Senin (3/8) di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, melaporkan, tingkat keterisian rumah sakit di Jabar hanya 28 persen.

Siska mengatakan, upaya tersebut dilakukan Pemprov Jabar sebagai kesiapsiagaan. "Jadi untuk semua terkonfirmasi positif tapi tanpa gejala kita sudah siapkan BPSDM untuk menampung. Kita juga siapkan jejaring rumah sakitnya," kata Siska.

Penguatan kesiapan laboratorium pun dilakukan, supaya pelacakan dan pengetesan berjalan optimal. Penanggungjawab Labkes Provinsi Jabar Ryan B Ristandi menyatakan, kemampuan pengetesan Labkes Provinsi Jabar per hari berada di angka 1.500-2.000 sampel.

"Kami tetap melakukan pembagian jadwal denganĀ  tiga shift dengan kami ada kurang lebih 70 karyawan berkolaborasi Labkes Jabar dengan ITB," kata Ryan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar