Yamaha

PSBB Sisakan Dampak Ekonomi Indonesia, Pertumbuhannya Minus 5,32%

  Rabu, 05 Agustus 2020   Suara.com
Ilustrasi penjual masker di tengah pandemi. (Ayobandung.com/Irfan Al Faritsi)

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi atau minus 5,32% sepanjang Kuartal II 2020. Badan Pusat Statistik merilik, angka ini melorot cukup dalam dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,07%.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konfrensi pers melalui video teleconference di Jakarta, Rabu (5/8/2020) mengatakan, hampir seluruh komponen penggerak ekonomi dalam kondisi tertekan akibat Covid-19.

"Semua komponen mengalami kontraksi yang cukup dalam secara year on year," kata Kecuk.

Kecuk memaparkan komponen ekonomi seperti konsumsi rumah tangga bergerak negatif 5,51%, investasi atau PMTB juga bergerak negatif 8,61%.

Begitu juga dengan ekspor, meski tidak sedalam yang lain, tapi pertumbuhannya negatif sepanjang periode tersebut.

"Ekspor tidak sedalam yang kita duga karena beberapa bulan terakhir kita mengalami surplus sehingga ekspornya meskipun negatif tidak sedalam yang kita duga yaitu negatif 11,66%," papar Kecuk.

Begitu juga dengan konsumsi pemerintah yang mengalami pertumbuhan negatif 6,90%, konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga juga tumbuh negatif 7,76%.

"Karena perlu diingat pada triwulan ke-2 tahun 2019 yang lalu ada Pilpres serentak pada waktu itu tinggi dan sekarang tidak ada yang nanti akan bergeser ke akhir tahun itu menyebabkan konsumsi menurun," paparnya.

Sementara kinerja impor juga turun cukup dalam dengan negatif 16,96%, akibat sepinya kegiatan ekonomi pada periode tersebut.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi sebesar 5,32% akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Jika dibandingkan secara tahunan, angka pertumbuhan ini mengalami kontraksi yang cukup hebat, pasalnya di triwulan II tahun lalu pertumbuhan masih cukup baik yakni diangka 5,07%.

Dirinya menjelaskan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan harga konstan pada triwulan II 2020 sebesar Rp 2.589,6 triliun.

"Kalau dibandingkan dengan kuartal I 2020, maka ekonomi Indonesia mengalami kontraksi minus 4,19%," ujarnya.

Sementara itu, kumulatifnya pada semester I 2020 mencapai 1,26%.

Pandemi Covid-19 kata dia benar-benar meluluhlantakkan ekonomi nasional, karena hampir seluruh kegiatan ekonomi terhenti karena penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kita bisa melihat semua negara pada triwulan kedua mengalami kontraksi yang sama," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar